Bocah 4,5 tahun tewas, diduga korban KDRT

Sabtu, 19 April 2014 - 16:29 WIB
Bocah 4,5 tahun tewas,...
Bocah 4,5 tahun tewas, diduga korban KDRT
A A A
Sindonews.com - Ahmad Rifai, bocah berusia 4,5 tahun yang tinggal di Kecamatan Mengwi, Badung, tewas penuh dengan luka lebam. Diduga, Ahmad menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan pacar sang ayah korban yang kini kabur.

Jasad bocah malang itu masih dititipkan di kamar jenasah RSUP Sanglah Denpasar, menunggu proses lebih lanjut kepolisian. Dari hasil visum diketahui, ada beberapa bekas luka lebam pada tubuh korban, sehingga polisi mencium ada yang mencurigakan atas kematian Rifai.

Sebelum meninggal, Rifai sempat mendapat perawatan di rumah sakit, setelah dibawa oleh tetangganya Ibu Agung.

"Kami diberitahu Ibu Agung, tetangga korban yang mengantarnya ke rumah sakit," kata Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali Titik Suhariyati, kepada wartawan, Sabtu (19/4/2014).

Korban dibawa dengan mobil dari tempat tinggalnya, di Banjar Batu Lumbung, Desa Gulingan, dan menjalani perawatan sejak Rabu 16 April 2014, dan nyawanya tak terselamatkan. Korban meninggal tadi pagi, sekira pukul 04.30 WITA.

Dijelaskan Titik, dari keterangan Ibu Agung, kamatian korban dinilai mencurigakan, karena ada bekas-bekas luka sehingga memunculkan dugaan bocah malang itu menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hanya saja, dari pengakuan ayah korban Ismail Marzuki (30), terkesan ditutup-tutupi dengan mengatakan, korban terjatuh dari sepeda motor dan terbentur.

Titik menegaskan, pihaknya yang mendapat laporan itu berusaha menindaklanjutinya, dengan meminta hasil visum dan konfirmasi polisi yang belakangan diketahui juga turun tangan melakukan penyelidikan.

"Kematian korban tidak wajar, ada dugaan mengalami KDRT. Siapa pelakunya itu yang perlu diungkap, kami dorong kepolisian untuk mengusut kasus ini," imbuhnya.

Terkait kematian Rifai, polisi mulai mencari siapa pelaku tindak kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka sampai akhirnya meninggal dunia.

Dugaan mengarah ke pacar ayah korban yang memang sudah tinggal bersama. Apalagi, setelah korban dibawa ke rumah sakit, wanita tersebut langsung kabur dan kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
(san)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved