Jembatan tak diperbaiki, Kandes Tanjungmulya ancam demo
Rabu, 16 April 2014 - 08:17 WIB
Jembatan tak diperbaiki, Kandes Tanjungmulya ancam demo
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah tingkat Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, berharap pemerintah dan perkebunan PT Condong yang beroperasi di wilayahnya segera memperbaiki Jembatan Bokor.
Jembatan yang terletak di Kampung Bokor, Desa Tanjungmulya, ini putus dalam peristiwa banjir bandang di Sungai Cikandang pada Senin 14 April 2014 lalu.
Kepala Desa Tanjungmulya Yusep Kirman mengatakan, desakan atas perbaikan muncul karena peran jembatan berbahan dasar baja tersebut sangat vital. Selain menghubungkan beberapa desa, jembatan ini rupanya dapat dipilih sebagai jalan alternatif lain yang cepat menuju Kecamatan Bungbulang.
“Jembatan Bokor sudah barang tentu menghubungkan sejumlah tempat di Kecamatan Pakenjeng. Tidak hanya itu, orang-orang yang akan berangkat menuju Kecamatan Bungbulang pun bisa menggunakan jembatan ini sebagai jalan alternatif yang cepat. Bahkan jembatan setiap hari dilintasi sepeda motor,” kata Yusep, Rabu (16/4/2014).
Fungsi utama lain dari Jembatan Bokor adalah sebagai infrastruktur penghubung masyarakat menuju sarana perekonomian dan pendidikan. Selain anak sekolah, jembatan juga sering digunakan masyarakat menuju areal pertanian dan perkebunan PT Condong.
“Sudah dua hari aktivitas warga terhambat. Anak sekolah jadi membolos, para petani yang lahannya di sebrang sungai kesulitan menggarap, dan sebagian karyawan perkebunan PT Condong tidak masuk bekerja. Tentu saja aktivitas perkebunan di sini pun akan ikut terhambat. Seharusnya pemerintah dan perkebunan cepat bertindak,” ungkapnya.
Ia mengancam, jika pemerintah dan perusahaan perkebunan tidak cepat tanggap melakukan perbaikan atas Jembatan Bokor, maka pihaknya akan membawa serta warga ke Gedung DPRD Garut untuk melakukan aksi demonstrasi.
“Pihak Muspika Kecamatan Pakenjeng sudah datang dan meninjau ke sini. Namun belum menghasilkan kebijakan apapun. Sementara Muspida di tingkat Kabupaten Garut sama sekali belum datang berkunjung. Kalau saja ini jembatan tidak juga diperbaiki dalam waktu cepat, saya akan bawa warga untuk berdemo di DPRD Garut,” ancamnya.
Tidak hanya Jembatan Bokor, peristiwa terjangan banjir bandang di Senin awal pekan itu juga menghanyutkan dua jembatan gantung lainnya. Dua jembatan yang juga mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan lagi ini adalah Jembatan Rawayan Bolang dan Cikoneng.
Baca juga:
3 jembatan di Pankenjeng rusak diterjang banjir bandang
Jembatan yang terletak di Kampung Bokor, Desa Tanjungmulya, ini putus dalam peristiwa banjir bandang di Sungai Cikandang pada Senin 14 April 2014 lalu.
Kepala Desa Tanjungmulya Yusep Kirman mengatakan, desakan atas perbaikan muncul karena peran jembatan berbahan dasar baja tersebut sangat vital. Selain menghubungkan beberapa desa, jembatan ini rupanya dapat dipilih sebagai jalan alternatif lain yang cepat menuju Kecamatan Bungbulang.
“Jembatan Bokor sudah barang tentu menghubungkan sejumlah tempat di Kecamatan Pakenjeng. Tidak hanya itu, orang-orang yang akan berangkat menuju Kecamatan Bungbulang pun bisa menggunakan jembatan ini sebagai jalan alternatif yang cepat. Bahkan jembatan setiap hari dilintasi sepeda motor,” kata Yusep, Rabu (16/4/2014).
Fungsi utama lain dari Jembatan Bokor adalah sebagai infrastruktur penghubung masyarakat menuju sarana perekonomian dan pendidikan. Selain anak sekolah, jembatan juga sering digunakan masyarakat menuju areal pertanian dan perkebunan PT Condong.
“Sudah dua hari aktivitas warga terhambat. Anak sekolah jadi membolos, para petani yang lahannya di sebrang sungai kesulitan menggarap, dan sebagian karyawan perkebunan PT Condong tidak masuk bekerja. Tentu saja aktivitas perkebunan di sini pun akan ikut terhambat. Seharusnya pemerintah dan perkebunan cepat bertindak,” ungkapnya.
Ia mengancam, jika pemerintah dan perusahaan perkebunan tidak cepat tanggap melakukan perbaikan atas Jembatan Bokor, maka pihaknya akan membawa serta warga ke Gedung DPRD Garut untuk melakukan aksi demonstrasi.
“Pihak Muspika Kecamatan Pakenjeng sudah datang dan meninjau ke sini. Namun belum menghasilkan kebijakan apapun. Sementara Muspida di tingkat Kabupaten Garut sama sekali belum datang berkunjung. Kalau saja ini jembatan tidak juga diperbaiki dalam waktu cepat, saya akan bawa warga untuk berdemo di DPRD Garut,” ancamnya.
Tidak hanya Jembatan Bokor, peristiwa terjangan banjir bandang di Senin awal pekan itu juga menghanyutkan dua jembatan gantung lainnya. Dua jembatan yang juga mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan lagi ini adalah Jembatan Rawayan Bolang dan Cikoneng.
Baca juga:
3 jembatan di Pankenjeng rusak diterjang banjir bandang
(lns)