Kericuhan warnai pembahasan revitalisasi Teluk Benoa

Senin, 14 April 2014 - 17:56 WIB
Kericuhan warnai pembahasan...
Kericuhan warnai pembahasan revitalisasi Teluk Benoa
A A A
Sindonews.com - Pembahasan rencana revitaliasi Teluk Benoa, Badung di Kantor Bappeda Bali berlangsung ricuh antara pihak yang mendukung berhadapan dengan kelompok penentang reklamasi.

Awalnya, paparan pembicara dari Deputi Kemenko Perekonomian dan Tim Ahli dari IPB berlangsung lancar. Suasana berubah menegang setelah salah seorang yang menolak reklamasi menyampaikan pandangannya.

“Kami warga Teluk Benoa mempertanyakan dalam pembahasan diskusi publik soal revitalisasi. Kok kami tidak pernah dilibatkan,“ kata Kadek Duarsa Humas Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi, Senin (14/4/2014).

Duarsa yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tanjung Benoa meminta penjelasan Profesor Dietrich Pingin, guru besar IPB tentang manfaat secara sosial dan budaya dari revitalisasi Teluk Benoa.

“Kami ingin penjelasan yang tepat dan terbuka dimana kesejahteraan itu kami dapatkan,“ timpalnya dalam diskusi yang dipandu Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun.

Dia juga meminta Lanang Sudira peserta diskusi lainnya agar tidak mengklaim mengatasnamakan masyarakat Tanjung Benoa mendukung reklamasi.

Apalagi, dalam rapat Paruman Banjar telah disepakati oleh para klian banjar dan tokoh masyarakat lainnya, untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Hal itu memancing emosi tokoh masyarakat Tanjung Benoa lainnya Ketut Sukada yang mendukung reklamasi.

Sukada balik menuding kesepakatan itu direkayasa dan bukan mencerminkan aspirasi warga. Bahkan, sembari bersuara keras balik mempertanyakan legitimasi posisi Duarsa dan menuding orang yang tidak paham masalah.

“Kamu anak kemarin sore baru pulang ke kampung, tau masalah apa,“ ujarnya sengit. Suasana memanas dan gaduh karena keduanya terus melontarkan kecaman satu sama lainnya.

Akhirnya Sekda Cok Pemayun meminta peserta tenang dan berfikir dengan kepala dingin, jangan membuat kegaduhan.

“Ini hari baik (bulan purbana) malu kita sebagai orang Bali bisanya ribut, kita disini mencari masukan untuk perbaikan bukan membuat keributan“ katanya mengingatkan.

Sementara itu, dalam paparannya guru besar IPB Prof Dietrich Pingin mengungkapkan, Pulau Pudut menghadapi persoalan pendangkalan sebagai akibat abrasi.

Untuk itu pilihan rasionalnya adalah melakukan revitalisasi kawasan itu namun dengan persyaratan ketat.

Revitalisasi dilakukan dengan syarat mengkombinasikan aspek teknis, lingkungan, sosial budaya dan ekonomi.

“Prioritasnya harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial budaya,“ imbuhnya. Baru kemudian memperhitungkan aspek teknis dan ekonominya“ papar dia.

Dikatakan, pendangkalan di kawasan itu bisa direvitalisasi sehingga bisa lebih baik lagi dan memberi manfaat masyarakat agar bisa lebih berkembang.

Dari studi dilakukan, kawasan yang bisa dilakukan revitalisasi sebanyak 700 hektare baik untuk pembuatan alur maupun penyangga untuk mencegah masuknya sampah.

Kata dia, dari 700 hektare itu tidak bisa dimanfaatkan semuanya, harus ada kawasan yang dibiarkan untuk ruang terbuka hijau dan alur dalam yang maksimal 40%. Sisanya, atau sekira 60% baru untuk dimanfaatkan.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
17 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Infografis
Biden: Tarik Pasukan...
Biden: Tarik Pasukan dan Rudal Patriot dari Teluk Persia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved