PKL Jatinegara: Kalau cuma untuk lewat masih bisa!
Kamis, 03 April 2014 - 16:11 WIB
PKL Jatinegara: Kalau cuma untuk lewat masih bisa!
A
A
A
Sindonews.com - Kendati menggunakan sebagian besar trotoar di jalan Jatinegara, Pedagang kaki Lima (PKL) yang berjualan berbagai hewan di trotoar itu mengaku masih memberikan ruang bagi pejalan kaki.
Mengenai rencana relokasi, para PKL mengaku siap asalahkan lokasinya tak jauh dari mereka berjualan saat ini.
"Ya ikutin sajalah maunya gimana, yang penting jangan jauh-jauh saja, itu saja sih," kata Olik salah seorang penjual kucing dan kelinci saat ditemui Sindonews, di bawah jembatan penyeberangan SMP 14 Jatinegara, Kamis (3/4/2014).
Dia mengatakan, sebelumnya sempat mendengar akan direlokasi. Tapi, sambungnya, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.
"Denger-denger sih mau di SMP nih belakang," katanya.
Kata Olik, pihaknya mengikuti peraturan jika harus direlokasi. Tetapi, dia menegaskan, pihaknya mau direlokasi asal tak jauh dari tempatnya berjualan sekarang, karena dirinya sudah mempunyai banyak pelanggan.
"Belum ada omongan, tapi maunya sih jangan jauh-jauh soalnya kan orang tahunya kalau beli hewan ya di sini, yang dekat-dekat saja," pintanya.
Kendati demikian, dia membantah, jika kandang yang biasa berjualan kucing dan kelinci itu mengganggu para pejalan kaki. Karena, kandang untuk berjualan tidak terlalu besar dan pejalan kaki juga bisa sambil lihat-lihat hewan.
"Ini masih luas kok kalau buat pejalan kaki mah, lagian kan bisa sambil lihat," pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Alan, seorang pedagang kacamata di tempat yang sama. Kata dia, lapaknya untuk berjualan tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu para pejalan kaki.
"Ya kita kan cuman kecil saja, jadinya ya enggak ganggulah," pungkasnya.
Jika harus direlokasi, kata dia, dirinya ingin yang tidak jauh dari lapaknya yang sekarang. "Inginnya yang tak jauh-jauh," pintanya.
Mengenai rencana relokasi, para PKL mengaku siap asalahkan lokasinya tak jauh dari mereka berjualan saat ini.
"Ya ikutin sajalah maunya gimana, yang penting jangan jauh-jauh saja, itu saja sih," kata Olik salah seorang penjual kucing dan kelinci saat ditemui Sindonews, di bawah jembatan penyeberangan SMP 14 Jatinegara, Kamis (3/4/2014).
Dia mengatakan, sebelumnya sempat mendengar akan direlokasi. Tapi, sambungnya, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.
"Denger-denger sih mau di SMP nih belakang," katanya.
Kata Olik, pihaknya mengikuti peraturan jika harus direlokasi. Tetapi, dia menegaskan, pihaknya mau direlokasi asal tak jauh dari tempatnya berjualan sekarang, karena dirinya sudah mempunyai banyak pelanggan.
"Belum ada omongan, tapi maunya sih jangan jauh-jauh soalnya kan orang tahunya kalau beli hewan ya di sini, yang dekat-dekat saja," pintanya.
Kendati demikian, dia membantah, jika kandang yang biasa berjualan kucing dan kelinci itu mengganggu para pejalan kaki. Karena, kandang untuk berjualan tidak terlalu besar dan pejalan kaki juga bisa sambil lihat-lihat hewan.
"Ini masih luas kok kalau buat pejalan kaki mah, lagian kan bisa sambil lihat," pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Alan, seorang pedagang kacamata di tempat yang sama. Kata dia, lapaknya untuk berjualan tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu para pejalan kaki.
"Ya kita kan cuman kecil saja, jadinya ya enggak ganggulah," pungkasnya.
Jika harus direlokasi, kata dia, dirinya ingin yang tidak jauh dari lapaknya yang sekarang. "Inginnya yang tak jauh-jauh," pintanya.
(mhd)