Hentikan balap liar, anggota polisi malah dipukuli
Senin, 31 Maret 2014 - 11:34 WIB
Hentikan balap liar, anggota polisi malah dipukuli
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Polres Kulonprogo D.I Yogyakarta Briptu Eka (28) babak belur dipukuli preman jalanan, di depan Toko Tela Cake, Jalan Hos Cokroaminoto, No.46 Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
Akibat pemukulan itu, warga Driyan, Wates, Kulonprogo ini mengalami luka memar di wajah dan lebam di bagian kepala, karena pukulan dengan menggunakan bambu.
Selain dirinya, Febriyanto (28), warga Kredetan Begelan 3/4 Kepundon, Purworejo, Jateng, juga menjadi korban. Dia mengalami luka memar di pipi kiri akibat pukulan pelaku yang ditaksir berjumlah enam orang.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu terjadi saat keduanya korban sedang berboncengan sepeda motor dari arah timur Kalibayem Jalan Wates, Yogyakarta.
Saat itu, dari arah yang sama korban didahului tiga unit kendaraan yang diduga tengah trek-trekan atau balapan liar. Salah satu dari peserta balapan itu menggunakan knalpot dengan suara keras hingga memekakan telinga.
Merasa terganggu, petugas yang dinas di Satuan Sabhara Polsek Kokap, Kulonprogo itu, berteriak yang ditujukan kepada pengemudi yang mendahuluinya tadi. "Jangan balapan, aku polisi," teriak korban, seperti yang dilaporkan ke petugas saat mengadu, Senin (31/3/2014).
Namun teriakan korban mendapat balasan. Dengan nada menantang, pelaku sempat nyeletuk "nek polisi trus ngopo (kalau polisi terus kenapa?)," sindir salah satu pelaku yang ditirukan korban.
Selanjutnya, pelaku meninggalkan kedua korban yang berkecepatan rendah. Korban meneruskan perjalanan tanpa memperhatikan lagi 'ketegangan' yang terjadi di jalanan itu.
Tak disangka, di tengah perjalanan, anggota polisi dengan rekannya itu dihentikan oleh enam orang mengendarai tiga motor. Keduanya dipepet, selanjutnya motor yang dikemudikan kedua korban ditendang pelaku pada bagian stang.
"Korban jatuh, ditendang bagian stang," ujar sumber di Mapolresta Yogyakarta.
Tak hanya itu, pelaku berhenti dan menghajar kedua korban. Diantara mereka memukul korban dengan helm. Celakanya lagi, ada pelaku yang mencabut bambu yang terpasang bendera parpol dipinggir jalan untuk memukuli korban.
"Pelaku langsung kabur setelah ada warga yang mendekat lokasi kejadian. Keduanya diantar warga untuk berobat ke RS Ludiro Husodo. Setelah mendapat pertolongan medis, dokter mengijinkan rawat jalan," kata sumber tersebut.
Kemudian, keduanya mengadukan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsekta Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Laporan itu diteruskan dan ditindaklanjuti oleh Polresta Yogyakarta. "Belum ada yang ketemu pelakunya," jelasnya.
Akibat pemukulan itu, warga Driyan, Wates, Kulonprogo ini mengalami luka memar di wajah dan lebam di bagian kepala, karena pukulan dengan menggunakan bambu.
Selain dirinya, Febriyanto (28), warga Kredetan Begelan 3/4 Kepundon, Purworejo, Jateng, juga menjadi korban. Dia mengalami luka memar di pipi kiri akibat pukulan pelaku yang ditaksir berjumlah enam orang.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu terjadi saat keduanya korban sedang berboncengan sepeda motor dari arah timur Kalibayem Jalan Wates, Yogyakarta.
Saat itu, dari arah yang sama korban didahului tiga unit kendaraan yang diduga tengah trek-trekan atau balapan liar. Salah satu dari peserta balapan itu menggunakan knalpot dengan suara keras hingga memekakan telinga.
Merasa terganggu, petugas yang dinas di Satuan Sabhara Polsek Kokap, Kulonprogo itu, berteriak yang ditujukan kepada pengemudi yang mendahuluinya tadi. "Jangan balapan, aku polisi," teriak korban, seperti yang dilaporkan ke petugas saat mengadu, Senin (31/3/2014).
Namun teriakan korban mendapat balasan. Dengan nada menantang, pelaku sempat nyeletuk "nek polisi trus ngopo (kalau polisi terus kenapa?)," sindir salah satu pelaku yang ditirukan korban.
Selanjutnya, pelaku meninggalkan kedua korban yang berkecepatan rendah. Korban meneruskan perjalanan tanpa memperhatikan lagi 'ketegangan' yang terjadi di jalanan itu.
Tak disangka, di tengah perjalanan, anggota polisi dengan rekannya itu dihentikan oleh enam orang mengendarai tiga motor. Keduanya dipepet, selanjutnya motor yang dikemudikan kedua korban ditendang pelaku pada bagian stang.
"Korban jatuh, ditendang bagian stang," ujar sumber di Mapolresta Yogyakarta.
Tak hanya itu, pelaku berhenti dan menghajar kedua korban. Diantara mereka memukul korban dengan helm. Celakanya lagi, ada pelaku yang mencabut bambu yang terpasang bendera parpol dipinggir jalan untuk memukuli korban.
"Pelaku langsung kabur setelah ada warga yang mendekat lokasi kejadian. Keduanya diantar warga untuk berobat ke RS Ludiro Husodo. Setelah mendapat pertolongan medis, dokter mengijinkan rawat jalan," kata sumber tersebut.
Kemudian, keduanya mengadukan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsekta Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Laporan itu diteruskan dan ditindaklanjuti oleh Polresta Yogyakarta. "Belum ada yang ketemu pelakunya," jelasnya.
(san)