Lacak sinyal Ipad, polisi bekuk perampok warga India
Sabtu, 29 Maret 2014 - 18:33 WIB
Lacak sinyal Ipad, polisi bekuk perampok warga India
A
A
A
Sindonews.com - Kurang dari 24 jam, lima dari delapan komplotan perampok warga negara asing asal India Firoz (45), berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Jepara, Jawa Tengah. Tiga di antaranya, berhasil melarikan diri dan dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Para pelaku yang berhasil diringkus masing-masing adalah BKR, RM, AT dan IJ yang merupakan warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sedang seorang pelaku lainnya yakni BS, tercatat sebagai warga DKI Jakarta. Kelimanya ditangkap di salah satu hotel melati, di Kabupaten Kudus.
“Mereka ini adalah kelompok Palembang. Kelima pelaku kejahatan lintas daerah ini sudah kita amankan, dan masih dalam proses penyidikan petugas,” kata Kasubag Humas Polres Kudus AKP Usman Jumaidi, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Seperti diketahui, Firoz yang juga presiden direktur (presdir) sebuah perusahaan mebel yang berlokasi di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menjadi korban perampokan usai mengambil uang tunai di Bank BNI, Jalan Pemuda Jepara, pada Jumat 28 Maret 2014.
Akibat perampokan itu, korban mengalami kerugian senilai Rp45 juta. Tidak hanya itu, korban juga kehilangan Ipad merk Apple yang di dalamnya terdapat data-data penting. Usai menjalankan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah Kudus.
"Petunjuk lokasi yang dipancarkan Ipad milik Firoz sangat membantu kerja polisi mengungkap kasus ini. Polisi pun tak membuang kesempatan saat mengetahui titik lokasi keberadaan Ipad tersebut dan langsung melakukan penggerebekan," ungkapnya.
Saat dilakukan penangkapan, keempat pelaku tidak berkutik. Namun salah seorang pelaku mencoba melarikan diri dengan cara melompat dari lantai II hotel melati. Untung saja, petugas bertindak sigap, sehingga pelaku berhasil dibekuk. “Tiga pelaku lainnya saat penggerebekan tidak berada di lokasi,” jelasnya.
Pengejaran terhadap tiga pelaku diarahkan ke Jawa Timur. Sebab berdasar hasil pengembangan kasus, ketiganya memang melarikan diri ke arah timur Provinsi Jawa Tengah.
Disinggung apakah kelompok Palembang ini juga yang melakukan beberapa kali perampokan dengan sasaran nasabah bank di Jepara, Usman belum dapat memastikan. Sebab saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung.
“Memang beberapa waktu lalu pernah ada kasus serupa dengan modus tembak ban mobil korban dengan paku. Tapi apakah pelakunya kelompok yang sama masih di dalami. Tunggu saja hasilnya,” pungkasnya.
Baca juga:
WNA India jadi korban perampokan
Para pelaku yang berhasil diringkus masing-masing adalah BKR, RM, AT dan IJ yang merupakan warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sedang seorang pelaku lainnya yakni BS, tercatat sebagai warga DKI Jakarta. Kelimanya ditangkap di salah satu hotel melati, di Kabupaten Kudus.
“Mereka ini adalah kelompok Palembang. Kelima pelaku kejahatan lintas daerah ini sudah kita amankan, dan masih dalam proses penyidikan petugas,” kata Kasubag Humas Polres Kudus AKP Usman Jumaidi, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Seperti diketahui, Firoz yang juga presiden direktur (presdir) sebuah perusahaan mebel yang berlokasi di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menjadi korban perampokan usai mengambil uang tunai di Bank BNI, Jalan Pemuda Jepara, pada Jumat 28 Maret 2014.
Akibat perampokan itu, korban mengalami kerugian senilai Rp45 juta. Tidak hanya itu, korban juga kehilangan Ipad merk Apple yang di dalamnya terdapat data-data penting. Usai menjalankan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah Kudus.
"Petunjuk lokasi yang dipancarkan Ipad milik Firoz sangat membantu kerja polisi mengungkap kasus ini. Polisi pun tak membuang kesempatan saat mengetahui titik lokasi keberadaan Ipad tersebut dan langsung melakukan penggerebekan," ungkapnya.
Saat dilakukan penangkapan, keempat pelaku tidak berkutik. Namun salah seorang pelaku mencoba melarikan diri dengan cara melompat dari lantai II hotel melati. Untung saja, petugas bertindak sigap, sehingga pelaku berhasil dibekuk. “Tiga pelaku lainnya saat penggerebekan tidak berada di lokasi,” jelasnya.
Pengejaran terhadap tiga pelaku diarahkan ke Jawa Timur. Sebab berdasar hasil pengembangan kasus, ketiganya memang melarikan diri ke arah timur Provinsi Jawa Tengah.
Disinggung apakah kelompok Palembang ini juga yang melakukan beberapa kali perampokan dengan sasaran nasabah bank di Jepara, Usman belum dapat memastikan. Sebab saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung.
“Memang beberapa waktu lalu pernah ada kasus serupa dengan modus tembak ban mobil korban dengan paku. Tapi apakah pelakunya kelompok yang sama masih di dalami. Tunggu saja hasilnya,” pungkasnya.
Baca juga:
WNA India jadi korban perampokan
(san)