Bayi korban penculikan diberi nama Valencia Yusnita Manurung
Sabtu, 29 Maret 2014 - 13:17 WIB
Bayi korban penculikan diberi nama Valencia Yusnita Manurung
A
A
A
Sindonews.com - Toni Manurung (26), ayah bayi yang diculik di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, pada 25 Maret 2014, mempersilakan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan jika ingin menambahkan nama pada anaknya.
Penghormatan itu diberikan Toni, sebagai bentuk penghargaan atas jasa polisi yang telah berhasil menemukan anaknya kembali, dan menangkap pelaku penculikan.
"Kalau Kapolda mau kasih nama (tambahan) diterima, asal enggak hilang saja Manurungnya," ucap Toni di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi tersebut diberi nama Valencia Yusnita Manurung. Kata Manurung dalam nama tersebut adalah marganya. Sedang Valencia Yusnita, tidak memiliki arti khusus.
"Kalau arti enggak ada, cuma enak saja didengarnya," ungkapnya.
Drama penculikan bayi di Bandung akhirnya tuntas. Setelah hilang diculik pada 25 Maret 2014, bayi itu ditemukan di rumah pelaku berinisial DS, di kawasan Pasirkaliki, Kota Bandung.
Pelaku kemudian mencoba bunuh diri dengan loncat dari Flyover Pasupati. Tapi dia tidak meninggal. Malah sekarang dirawat di IGD RSHS, karena mengalami sejumlah luka dan patah tulang.
DS kini masih dirawat intensif. Sedangkan Valencia sudah kembali pada orangtuanya tapi dirawat di RSHS.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
Penculik bayi di Bandung ingin punya momongan?
Penghormatan itu diberikan Toni, sebagai bentuk penghargaan atas jasa polisi yang telah berhasil menemukan anaknya kembali, dan menangkap pelaku penculikan.
"Kalau Kapolda mau kasih nama (tambahan) diterima, asal enggak hilang saja Manurungnya," ucap Toni di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi tersebut diberi nama Valencia Yusnita Manurung. Kata Manurung dalam nama tersebut adalah marganya. Sedang Valencia Yusnita, tidak memiliki arti khusus.
"Kalau arti enggak ada, cuma enak saja didengarnya," ungkapnya.
Drama penculikan bayi di Bandung akhirnya tuntas. Setelah hilang diculik pada 25 Maret 2014, bayi itu ditemukan di rumah pelaku berinisial DS, di kawasan Pasirkaliki, Kota Bandung.
Pelaku kemudian mencoba bunuh diri dengan loncat dari Flyover Pasupati. Tapi dia tidak meninggal. Malah sekarang dirawat di IGD RSHS, karena mengalami sejumlah luka dan patah tulang.
DS kini masih dirawat intensif. Sedangkan Valencia sudah kembali pada orangtuanya tapi dirawat di RSHS.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
Penculik bayi di Bandung ingin punya momongan?
(san)