WNA India jadi korban perampokan
Jum'at, 28 Maret 2014 - 19:38 WIB
WNA India jadi korban perampokan
A
A
A
Sindonews.com - Aksi kejahatan yang mengincar nasabah bank di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kembali terjadi. Kali ini, korbannya warga negara India bernama Firoz (45), yang juga presiden direktur (presdir) sebuah perusahaan mebel yang berlokasi di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Akibat kejadian ini, selain kehilangan uang tunai Rp45 juta yang baru saja diambilnya dari bank, Firoz juga harus merelakan Ipad merk Apple yang di dalamnya terdapat data-data penting.
“Kalau ditotal kerugian saya puluhan juta. Saya juga khawatir data-data di Ipad itu nanti disalahgunakan pelaku,” kata Firoz saat ditemui di Mapolres Jepara, Jumat (28/3/2014).
Firoz mengatakan tiap hari Jumat, ia memang selalu pergi ke bank untuk mengambil uang. Sebab karyawan di perusahaan mebel miliknya memang digaji tiap hari Sabtu. Sekitar pukul 13.00 WIB tadi, Firoz datang ke BNI Jalan Pemuda Jepara untuk mengambil uang. Beberapa menit kemudian, uang Rp45 juta sudah berpindah ke tas warna coklat yang dibawanya.
Ia pun langsung menuju parkiran bank tersebut. Firoz yang datang sendirian langsung mengemudikan sendiri mobil Suzuki APV Arena keluaran terbaru bernopol K 8980 YC. Firoz sempat memperhatikan kondisi di sekelilingnya, namun menurutnya tak ada yang mencurigakan.
Firoz pun langsung menuju timur ke arah Desa Bawu. Saat berhenti di traffic light depan Gedung DPRD Jepara, ia diberitahu oleh seseorang jika ban belakang mobilnya kempes. Karena lampu traffic light sudah menyala hijau ia pun langsung melajukan kendaraannya hingga beberapa meter.
“Setelah melintasi jembatan saya parkir di pinggir jalan dan turun dari mobil sembari membawa tas coklat itu. Ternyata ban belakang memang kempes karena kena paku,” ujarnya.
Firoz pun langsung menghubungi karyawannya agar mengganti ban mobilnya. Setelah itu, ia membuka pintu tengah mobilnya. Tas coklat ditaruh di jok tengah bercampur dengan Ipad miliknya. Lalu, setelah menutup pintu tengah, Firoz lantas masuk lagi ke mobil dan duduk di belakang kemudi.
Tiba-tiba dari arah belakang, ada seorang laki-laki membuka pintu tengah mobilnya. Dalam hitungan detik, laki-laki tersebut berhasil mengambil tas warna coklat dan Ipad di jok tengah. Firoz yang kaget bercampur panik langsung membuka pintu depan dan berusaha mengejar laki-laki tersebut. Laki-laki itu mendekati rekannya yang sudah standby di atas sepeda motor.
Firoz hampir berhasil “menangkap” pelaku. Namun karena sepeda motor itu sudah keburu melaju, ia hanya dapat memegang topi milik pelaku. “Sandal milik pelaku juga tercecer saat saya kejar. Kedua pelaku tidak memakai helm, mereka langsung melaju ke arah timur,” jelasnya.
Berdasar hasil oleh TKP aparat kepolisian, diketahui jika paku yang menempel di ban mobil milik Firoz bukan paku biasa. Diduga kuat paku tersebut sengaja dipasang oleh pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.
Polisi yang menerima laporan dari korban langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Diperkirakan pelaku lari ke arah Kudus. Hal ini berdasar pelacakan terhadap posisi Ipad milik Firoz yang dibawa kabur kedua pelaku.
“Langsung kita lakukan pengejaran. Doakan saja semoga pelaku cepat tertangkap,” ucap Kasatreskrim Polres Jepara AKP Gede Yoga.
Akibat kejadian ini, selain kehilangan uang tunai Rp45 juta yang baru saja diambilnya dari bank, Firoz juga harus merelakan Ipad merk Apple yang di dalamnya terdapat data-data penting.
“Kalau ditotal kerugian saya puluhan juta. Saya juga khawatir data-data di Ipad itu nanti disalahgunakan pelaku,” kata Firoz saat ditemui di Mapolres Jepara, Jumat (28/3/2014).
Firoz mengatakan tiap hari Jumat, ia memang selalu pergi ke bank untuk mengambil uang. Sebab karyawan di perusahaan mebel miliknya memang digaji tiap hari Sabtu. Sekitar pukul 13.00 WIB tadi, Firoz datang ke BNI Jalan Pemuda Jepara untuk mengambil uang. Beberapa menit kemudian, uang Rp45 juta sudah berpindah ke tas warna coklat yang dibawanya.
Ia pun langsung menuju parkiran bank tersebut. Firoz yang datang sendirian langsung mengemudikan sendiri mobil Suzuki APV Arena keluaran terbaru bernopol K 8980 YC. Firoz sempat memperhatikan kondisi di sekelilingnya, namun menurutnya tak ada yang mencurigakan.
Firoz pun langsung menuju timur ke arah Desa Bawu. Saat berhenti di traffic light depan Gedung DPRD Jepara, ia diberitahu oleh seseorang jika ban belakang mobilnya kempes. Karena lampu traffic light sudah menyala hijau ia pun langsung melajukan kendaraannya hingga beberapa meter.
“Setelah melintasi jembatan saya parkir di pinggir jalan dan turun dari mobil sembari membawa tas coklat itu. Ternyata ban belakang memang kempes karena kena paku,” ujarnya.
Firoz pun langsung menghubungi karyawannya agar mengganti ban mobilnya. Setelah itu, ia membuka pintu tengah mobilnya. Tas coklat ditaruh di jok tengah bercampur dengan Ipad miliknya. Lalu, setelah menutup pintu tengah, Firoz lantas masuk lagi ke mobil dan duduk di belakang kemudi.
Tiba-tiba dari arah belakang, ada seorang laki-laki membuka pintu tengah mobilnya. Dalam hitungan detik, laki-laki tersebut berhasil mengambil tas warna coklat dan Ipad di jok tengah. Firoz yang kaget bercampur panik langsung membuka pintu depan dan berusaha mengejar laki-laki tersebut. Laki-laki itu mendekati rekannya yang sudah standby di atas sepeda motor.
Firoz hampir berhasil “menangkap” pelaku. Namun karena sepeda motor itu sudah keburu melaju, ia hanya dapat memegang topi milik pelaku. “Sandal milik pelaku juga tercecer saat saya kejar. Kedua pelaku tidak memakai helm, mereka langsung melaju ke arah timur,” jelasnya.
Berdasar hasil oleh TKP aparat kepolisian, diketahui jika paku yang menempel di ban mobil milik Firoz bukan paku biasa. Diduga kuat paku tersebut sengaja dipasang oleh pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.
Polisi yang menerima laporan dari korban langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Diperkirakan pelaku lari ke arah Kudus. Hal ini berdasar pelacakan terhadap posisi Ipad milik Firoz yang dibawa kabur kedua pelaku.
“Langsung kita lakukan pengejaran. Doakan saja semoga pelaku cepat tertangkap,” ucap Kasatreskrim Polres Jepara AKP Gede Yoga.
(lns)