Sebelum ketemu bayinya, Toni tak akan maafkan RSHS
Jum'at, 28 Maret 2014 - 02:09 WIB
Sebelum ketemu bayinya, Toni tak akan maafkan RSHS
A
A
A
Sindonews.com - Sedih bercampur kecewa kini berkecamuk di dada Toni Manurung (26) setelah bayinya hilang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, 25 Maret lalu. Ia pun tak berharap pihak RSHS minta maaf.
"1.000 kali maaf pun tidak akan saya terima, kecuali anak saya sudah saya terima," kata Toni kepada wartawan di RSHS, Kamis 27 Maret 2014.
Ia beranggapan, peristiwa penculikan dikarenakan adanya kelalaian dari staf rumah sakit dan security. "Feeling saya ini kelalaian security dan perawat," ungkapnya.
Soal kelalaian security, itu karena pelaku bisa lolos begitu saja. Sedangkan perawat atau staf rumah sakit dinilai lalai karena pelaku bisa bebas beraktivitas di sekitar rumah sakit.
"Waktu istri saya mau lahir, pelaku ada di ruang persalinan. Di sana ada tulisan selain yang berkepentingan dilarang masuk. Tapi dia bisa masuk, mondar-mandir, padahal tidak memakai ID," jelasnya.
Tak hanya itu, pelaku juga bisa masuk ke ruang perawatan dengan bebas. "Kalau sekarang kita lihat penjagaan dilakukan sangat ketat. Sebelum kejadian, penjagaan tidak seperti itu," cetus Toni.
Ia pun tetap menuntut agar anaknya segera bisa ditemukan. Meski di sisi lain, ia belum memutuskan akan menggugat RSHS atau tidak jika anaknya tidak ditemukan. "Harapan saya cuma satu, anak saya cepat ditemukan. Kalau untuk gugatan, saya belum bisa memastikan," tandas Toni.
Bayi hilang di RSHS, 2 mobil mencurigakan dilacak polisi
"1.000 kali maaf pun tidak akan saya terima, kecuali anak saya sudah saya terima," kata Toni kepada wartawan di RSHS, Kamis 27 Maret 2014.
Ia beranggapan, peristiwa penculikan dikarenakan adanya kelalaian dari staf rumah sakit dan security. "Feeling saya ini kelalaian security dan perawat," ungkapnya.
Soal kelalaian security, itu karena pelaku bisa lolos begitu saja. Sedangkan perawat atau staf rumah sakit dinilai lalai karena pelaku bisa bebas beraktivitas di sekitar rumah sakit.
"Waktu istri saya mau lahir, pelaku ada di ruang persalinan. Di sana ada tulisan selain yang berkepentingan dilarang masuk. Tapi dia bisa masuk, mondar-mandir, padahal tidak memakai ID," jelasnya.
Tak hanya itu, pelaku juga bisa masuk ke ruang perawatan dengan bebas. "Kalau sekarang kita lihat penjagaan dilakukan sangat ketat. Sebelum kejadian, penjagaan tidak seperti itu," cetus Toni.
Ia pun tetap menuntut agar anaknya segera bisa ditemukan. Meski di sisi lain, ia belum memutuskan akan menggugat RSHS atau tidak jika anaknya tidak ditemukan. "Harapan saya cuma satu, anak saya cepat ditemukan. Kalau untuk gugatan, saya belum bisa memastikan," tandas Toni.
Bayi hilang di RSHS, 2 mobil mencurigakan dilacak polisi
(maf)