Ini jenis bakteri penyakit Pufelia
Selasa, 25 Maret 2014 - 09:31 WIB
Ini jenis bakteri penyakit Pufelia
A
A
A
Sindonews.com - Pufelia Audriana Putri (5,5) lengannya melepuh seperti bekas terbakar. Penyakit aneh itu disebabkan kuman atau bakteri yang sangat ganas.
"Ini karena infeksi bakteri yang sangat ganas, namanya bakteri Pseudomonas Aeruginosa," ujar Kepala Staf Medik Fungsional (SMF) Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin (RSHS), Djatnika Setiabudi, Selasa (25/3/2014).
Saking ganasnya, bakteri itu bisa menyerang bagian tubuh lainnya selain lengan, misalnya otak dan paru-paru. "Bahkan bisa menyebabkan kematian," ungkapnya.
Tapi tim dokter menurutnya berhasil menemukan bakteri penyebab melepuhnya lengan Pufelia. "Alhamdulillah bisa kami sama-sama atasi sehingga sekarang kondisinya baik," kata Djatnika.
Disinggung dari mana bakteri itu berasal, ia menyatakan bakteri itu bisa ada di mana saja. Sehingga siapapun diharapkan waspada dan benar-benar menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
Direktur RSHS, Bayu Wahyudi, mengingatkan soal pentingnya menjalankan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari kemungkinan terserang bakteri Pseudomonas Aeruginosa atau bakteri lainnya.
"Sebelum melakukan apa-apa, biasakan cuci tangan dengan sabun, jalanlan PHBS, kalau ada yang luka cuci bersih dengan sabun atau alkohol," imbau Bayu.
Sementara dilansir dari Wikipedia, Pseudomonas Aeruginosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat, berkapsul, mempunyai flagella polar. Bakteri ini dapat ditemukan di alam seperti di air, tanah, hewan, dan tumbuhan.
Pseudomonas Aeruginosa dapat mengakibatkan infeksi lokal pada mata, telinga, kulit, saluran urin, saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan pada sistem syaraf pusat.
Pseudomonas Aeruginosa juga dapat mengakibatkan infeksi sistemik seperti pneumonia sekunder, infeksi tulang dan otot, endokarditis, infeksi sistem syaraf pusat, dan infeksi jaringan kulit.
Antibiotik yang tergolong efektif dapat melawan Pseudomonas Aeruginosa tergolong sulit ditemukan. Itu disebabkan karena mekanisme resisten antibiotik yang dimiliki Pseudomonas Aeruginosa.
Baca juga:
Penyakit yang diderita Pufelia pertama di Jabar
"Ini karena infeksi bakteri yang sangat ganas, namanya bakteri Pseudomonas Aeruginosa," ujar Kepala Staf Medik Fungsional (SMF) Ilmu Kesehatan Anak RS Hasan Sadikin (RSHS), Djatnika Setiabudi, Selasa (25/3/2014).
Saking ganasnya, bakteri itu bisa menyerang bagian tubuh lainnya selain lengan, misalnya otak dan paru-paru. "Bahkan bisa menyebabkan kematian," ungkapnya.
Tapi tim dokter menurutnya berhasil menemukan bakteri penyebab melepuhnya lengan Pufelia. "Alhamdulillah bisa kami sama-sama atasi sehingga sekarang kondisinya baik," kata Djatnika.
Disinggung dari mana bakteri itu berasal, ia menyatakan bakteri itu bisa ada di mana saja. Sehingga siapapun diharapkan waspada dan benar-benar menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
Direktur RSHS, Bayu Wahyudi, mengingatkan soal pentingnya menjalankan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari kemungkinan terserang bakteri Pseudomonas Aeruginosa atau bakteri lainnya.
"Sebelum melakukan apa-apa, biasakan cuci tangan dengan sabun, jalanlan PHBS, kalau ada yang luka cuci bersih dengan sabun atau alkohol," imbau Bayu.
Sementara dilansir dari Wikipedia, Pseudomonas Aeruginosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat, berkapsul, mempunyai flagella polar. Bakteri ini dapat ditemukan di alam seperti di air, tanah, hewan, dan tumbuhan.
Pseudomonas Aeruginosa dapat mengakibatkan infeksi lokal pada mata, telinga, kulit, saluran urin, saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan pada sistem syaraf pusat.
Pseudomonas Aeruginosa juga dapat mengakibatkan infeksi sistemik seperti pneumonia sekunder, infeksi tulang dan otot, endokarditis, infeksi sistem syaraf pusat, dan infeksi jaringan kulit.
Antibiotik yang tergolong efektif dapat melawan Pseudomonas Aeruginosa tergolong sulit ditemukan. Itu disebabkan karena mekanisme resisten antibiotik yang dimiliki Pseudomonas Aeruginosa.
Baca juga:
Penyakit yang diderita Pufelia pertama di Jabar
(lns)