Teriakan wanita itu ternyata ampuh
Senin, 24 Maret 2014 - 19:34 WIB
Teriakan wanita itu ternyata ampuh
A
A
A
Sindonews.com- Obrolan Mak Nem dengan Mas Kisno di sebuah warung cukup mengelitik Senin siang (24/3/14).
“Kejahatan kok gak ada habisnya, ya?” kata seorang pengunjung warung Mak Nem. Pria tambun dengan pakaian rapi ini memulai percakapan.
Kebetulan, saat itu di warung Mak Nem lagi ramai, Kisno yang sudah duduk di meja tepat di depan Mak Nem meracik kopi dan pesanan para pelanggannya sampai hampir kehabisan tempat.
Beruntung dia menemukan bangku panjang yang masih menyisakan untuk satu orang.
“Iya pak, nek gak ada kejahatan trus penjara kosong dong,” sahut Kisno diikuti dengan senyum menandakan bahwa apa yang diucapkan adalah sebatas gurau.
“Sampean, bisa aja cak,” sahut pria tambun yang belakangan di ketahui bernama Yudi ini. “Ini tadi lho, aku lewat, lha pas ada jembret ketangkep,” katanya. “Nang endi cak?” tanya Kisno penasaran.Yudi pun mulai bercerita, didengarkan semua pelanggan Mak Nem yang memenuhi warung itu.
Saat itu Yudi melintas di Jalan Palmbom, kebetulan di depanya ada seorang wanita mengendarai sepeda motor. Yudi melaju dengan santainya, kecepatan motornya tak sampak 50 km per jam, meski kondisi jalan agak sepi.
Tiba- tiba ada dua orang berboncengan sepeda motor langsung memepet wanita tersebut. Orang yang ada di belakang langsung merampas tas yang digantungkan di pundak wanita itu.
Kontan wanita tersebut berusaha mempertahankan tasnya sambil tetap duduk diatas motornya. “Sempat terjadi tarik menarik antara wanita yang menjadi korban itu dengan penjambret,” cerita Yudi.
Wanita itu kalah kuat, tasnya berpindah tangan ke penjambret tadi. Wanita itu hanya bisa bertiak minta tolong hingga mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas di jalan itu.
Teriakan wanita itu membuat pelaku penjambretan berusaha kabur secepatnya, sebelum akhirnya massa berusaha mengejar dan menangkap mereka.
Teriakan wanita itu juga membuat panik pengemudi motor itu, karena terlalu panik, akhirnya dia tidak bisa mengendarai motornya dengan tenang, dia oleh dan akhirnya motornya terpelesat dan keduanya tersungkur.
“Satu orang berhasil kabur dan satu lagi ditangkap warga, dia sempat dihajar warga,” cerita Yudi.
Setelah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak, diketahui pelaku bernama Zainul warga Jalan Tambak Asri Surabaya sedangkan korbannya adalah Ica Haya Sanni, warga Jalan Kedinding Surabaya.
“Lha teriakan wanita itu ternyata lebih ampuh,” kata Kisno.
“Kejahatan kok gak ada habisnya, ya?” kata seorang pengunjung warung Mak Nem. Pria tambun dengan pakaian rapi ini memulai percakapan.
Kebetulan, saat itu di warung Mak Nem lagi ramai, Kisno yang sudah duduk di meja tepat di depan Mak Nem meracik kopi dan pesanan para pelanggannya sampai hampir kehabisan tempat.
Beruntung dia menemukan bangku panjang yang masih menyisakan untuk satu orang.
“Iya pak, nek gak ada kejahatan trus penjara kosong dong,” sahut Kisno diikuti dengan senyum menandakan bahwa apa yang diucapkan adalah sebatas gurau.
“Sampean, bisa aja cak,” sahut pria tambun yang belakangan di ketahui bernama Yudi ini. “Ini tadi lho, aku lewat, lha pas ada jembret ketangkep,” katanya. “Nang endi cak?” tanya Kisno penasaran.Yudi pun mulai bercerita, didengarkan semua pelanggan Mak Nem yang memenuhi warung itu.
Saat itu Yudi melintas di Jalan Palmbom, kebetulan di depanya ada seorang wanita mengendarai sepeda motor. Yudi melaju dengan santainya, kecepatan motornya tak sampak 50 km per jam, meski kondisi jalan agak sepi.
Tiba- tiba ada dua orang berboncengan sepeda motor langsung memepet wanita tersebut. Orang yang ada di belakang langsung merampas tas yang digantungkan di pundak wanita itu.
Kontan wanita tersebut berusaha mempertahankan tasnya sambil tetap duduk diatas motornya. “Sempat terjadi tarik menarik antara wanita yang menjadi korban itu dengan penjambret,” cerita Yudi.
Wanita itu kalah kuat, tasnya berpindah tangan ke penjambret tadi. Wanita itu hanya bisa bertiak minta tolong hingga mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas di jalan itu.
Teriakan wanita itu membuat pelaku penjambretan berusaha kabur secepatnya, sebelum akhirnya massa berusaha mengejar dan menangkap mereka.
Teriakan wanita itu juga membuat panik pengemudi motor itu, karena terlalu panik, akhirnya dia tidak bisa mengendarai motornya dengan tenang, dia oleh dan akhirnya motornya terpelesat dan keduanya tersungkur.
“Satu orang berhasil kabur dan satu lagi ditangkap warga, dia sempat dihajar warga,” cerita Yudi.
Setelah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak, diketahui pelaku bernama Zainul warga Jalan Tambak Asri Surabaya sedangkan korbannya adalah Ica Haya Sanni, warga Jalan Kedinding Surabaya.
“Lha teriakan wanita itu ternyata lebih ampuh,” kata Kisno.
(ilo)