Melasti ajang pembersihan diri sebelum tahun baru
Minggu, 23 Maret 2014 - 15:34 WIB
Melasti ajang pembersihan diri sebelum tahun baru
A
A
A
Sindonews.com - Seorang sinden mulai menyanyikan tembang dengan diiringi alat musik gamelan tradisional khas Jawa di Umbul Tirta Pluneng, Kebonarum Klaten, Minggu (23/3/2014).
Dengan antusias sinden yang sudah berusia tidak muda itu menyanyikan satu persatu lagu dengan cukup khidmat.
Tidak lama kemudian, satu persatu umat Hindu dari penjuru Kabupaten Klaten, mulai berdatangan di kompleks mata air bersih itu.
Kaum laki-laki yang datang menggunakan pakaian putih-putih lengkap dengan udeng atau ikat kepala. Sedangkan kaum ibu-ibu datang dengan mengenakan pakaian kebaya dengan bawahan kain jarit khas jawa.
Beberapa warga juga tampak membawa sesaji berupa makanan dan hasil bumi khas Kabupaten Klaten.
Sesaji itu kemudian ditata rapi dan dipersembahkan kepada para dewa yang ada di jagat raya. Warga yang datang kemudian duduk rapi dalam tempat yang telah disediakan di pelataran umbul itu.
Berkumpulnya umat Hindu di sumber air itu bukannya tanpa alasan. Mereka berkumpul untuk melakukan upacara Melasty, sebelum datangnya hari raya Nyepi yang akan jatuh pada Senin (31/3/2014) mendatang.
Pemuka agama Hindu di Kabupaten Klaten, I Wayan Sahipiarta, menerangkan Melasty merupakan sebuah upacara untuk pembersihan diri dari berbagai kotoran yang ada.
Kotoran itu, kata dia, dapat berupa dosa ataupun masalah-masalah yang dialami oleh manusia selama dia hidup.
Dengan kata lain upacara ini dilakukan agar manusia menjadi bersih dan menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pria yang akrab disapa Wayan itu mengatakan dengan melakukan upacara Melasty, umat akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan. Kedua hal itu sangatlah penting untuk menyambut tahun baru yang akan datang.
"Ini merupakan rangkaian upacara yang kita lakukan sebelum datangnya Nyepi dan upacara ini sangatlah penting," timpalnya.
Ia mengatakan dalam upacara itu, dilakukan pula pengambilan air suci dari sumber mata air itu.
Air suci itu kemudian didoakan dan diberikan kepada umat yang datang. Selain itu air juga dipakai untuk ritual Tawur Agung Kesanga yang akan dilakukan di Candi Prambanan 30 Maret mendatang.
Tawur Agung, kata Wayan, merupakan acara puncak yang dilakukan oleh umat Hindu sebelum merka melakukan ritual Amati Geni, Amati Karya dan Amati Lelungan, Amati Lelanguan dan Mona brata.
"Upacara puncak ada di Tawur Kesanga di Prambanan, setelah itu kita baru masuk ritual Nyepi 1936 Saka," ucapnya.
Dengan antusias sinden yang sudah berusia tidak muda itu menyanyikan satu persatu lagu dengan cukup khidmat.
Tidak lama kemudian, satu persatu umat Hindu dari penjuru Kabupaten Klaten, mulai berdatangan di kompleks mata air bersih itu.
Kaum laki-laki yang datang menggunakan pakaian putih-putih lengkap dengan udeng atau ikat kepala. Sedangkan kaum ibu-ibu datang dengan mengenakan pakaian kebaya dengan bawahan kain jarit khas jawa.
Beberapa warga juga tampak membawa sesaji berupa makanan dan hasil bumi khas Kabupaten Klaten.
Sesaji itu kemudian ditata rapi dan dipersembahkan kepada para dewa yang ada di jagat raya. Warga yang datang kemudian duduk rapi dalam tempat yang telah disediakan di pelataran umbul itu.
Berkumpulnya umat Hindu di sumber air itu bukannya tanpa alasan. Mereka berkumpul untuk melakukan upacara Melasty, sebelum datangnya hari raya Nyepi yang akan jatuh pada Senin (31/3/2014) mendatang.
Pemuka agama Hindu di Kabupaten Klaten, I Wayan Sahipiarta, menerangkan Melasty merupakan sebuah upacara untuk pembersihan diri dari berbagai kotoran yang ada.
Kotoran itu, kata dia, dapat berupa dosa ataupun masalah-masalah yang dialami oleh manusia selama dia hidup.
Dengan kata lain upacara ini dilakukan agar manusia menjadi bersih dan menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pria yang akrab disapa Wayan itu mengatakan dengan melakukan upacara Melasty, umat akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan. Kedua hal itu sangatlah penting untuk menyambut tahun baru yang akan datang.
"Ini merupakan rangkaian upacara yang kita lakukan sebelum datangnya Nyepi dan upacara ini sangatlah penting," timpalnya.
Ia mengatakan dalam upacara itu, dilakukan pula pengambilan air suci dari sumber mata air itu.
Air suci itu kemudian didoakan dan diberikan kepada umat yang datang. Selain itu air juga dipakai untuk ritual Tawur Agung Kesanga yang akan dilakukan di Candi Prambanan 30 Maret mendatang.
Tawur Agung, kata Wayan, merupakan acara puncak yang dilakukan oleh umat Hindu sebelum merka melakukan ritual Amati Geni, Amati Karya dan Amati Lelungan, Amati Lelanguan dan Mona brata.
"Upacara puncak ada di Tawur Kesanga di Prambanan, setelah itu kita baru masuk ritual Nyepi 1936 Saka," ucapnya.
(sms)