Ketika HT dan Muh Nuh 'satu panggung'
Sabtu, 22 Maret 2014 - 16:12 WIB
Ketika HT dan Muh Nuh 'satu panggung'
A
A
A
Sindonews.com - Dua tokoh nasinal Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Grup dan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh harus satu panggung. Dua tokoh ini tidak sedang berdebat atau berbicara politik melainkan berbicara terkait pengembagan entrepreneur di Indonesia.
Dau tokoh ini dipertemukan dalam sebuah Talk Show di 'Mimi' Scholl Surabaya di Jalan Bukut Darmo Golf, Ciputra, Surabaya. Acara yang dihadiri sejumlah wali murid di sekolah tersebut dengan menghadirkan dua tokoh ini lantaran prihatin minimnya jumlah enterprenur di Indonesia.
Muhammad Nuh atau Pak Nuh di hadapan sejumlah wali Murid mengaku, di kurikulum pendidikan 2013 ini implementasinya lebih mengedepankan dalam pendidikan karakter. Ia juga menepis bahwa setiap pergantian menteri maka kurikulum pendidikannya selalu berganti pula.
"Kurikulum 2013 ini lebih pada pendidikan karakter anak-anak untuk mempersiapakan 100 tahun indonesia merdeka pada tahun 2030. Tentunya anggapan bahwa setiap ganti menteri maka ganti pula kurikulum pendidikan tidak benar karena Kurikulum 2013 ini yang menajdi kebutuhan bangsa ini," kata Pak Nuh di Mimi Scholl, Surabaya, Senin (22/3/2014).
Selain itu, juga kurikulum ini mampu menumbuhkan kreativitas seorang anak didik. Terlebih lagi, kaitannya dengan entreprenur untuk kemajuan Indonesia yang akan datang.
Saat ini kurikulum pendidikan Indonesi masih dalam fase mengahafal saja sehingga tidak bisa menumbuhkkan kreatifitas. Tatanan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan nasionalisme. "Dari Situlah kurikulum ini kita rombak menjadikan pendidikan yang efektif untuk generasi muda," katanya.
Senada juga dikatakan oleh Hari Tanoe. Bahwa saat ini jumlah entrepreneur di Indonesia masih kurang dengan perbandingan dari jumlah penduduk. Jumlah entrepreneur di Indonesai kurang dari 2 persem.
"Idelanya, sebuah negara akan maju jika jumlah Entreprenuer sekitar 3 persen atau lebih," kata Cawapres dari Partai Hanura itu.
Menurut HT, Entrepreneur ini akan menciptakan nilai tambah bagi sebuah negara. Contohnya, penerimaan pajak, pengurangan pengangguran dan otomatis akan ada peningkatan penghasilan.
"Data yang disampaikan Pak Nuh itu menunjukkan bahwa kita memiliki potensi penduduk yang sangat besar. Jika potensi itu mampu dijaga maka pertumbuhan ekonomi Indoensia bisa mengalahkan Perancis dan Inggris. Tak hanya itu, pendapatan perkapita kita bisa melebihi Malaysia yang sekitar Rp11 juta per bulan," katanya.
Dau tokoh ini dipertemukan dalam sebuah Talk Show di 'Mimi' Scholl Surabaya di Jalan Bukut Darmo Golf, Ciputra, Surabaya. Acara yang dihadiri sejumlah wali murid di sekolah tersebut dengan menghadirkan dua tokoh ini lantaran prihatin minimnya jumlah enterprenur di Indonesia.
Muhammad Nuh atau Pak Nuh di hadapan sejumlah wali Murid mengaku, di kurikulum pendidikan 2013 ini implementasinya lebih mengedepankan dalam pendidikan karakter. Ia juga menepis bahwa setiap pergantian menteri maka kurikulum pendidikannya selalu berganti pula.
"Kurikulum 2013 ini lebih pada pendidikan karakter anak-anak untuk mempersiapakan 100 tahun indonesia merdeka pada tahun 2030. Tentunya anggapan bahwa setiap ganti menteri maka ganti pula kurikulum pendidikan tidak benar karena Kurikulum 2013 ini yang menajdi kebutuhan bangsa ini," kata Pak Nuh di Mimi Scholl, Surabaya, Senin (22/3/2014).
Selain itu, juga kurikulum ini mampu menumbuhkan kreativitas seorang anak didik. Terlebih lagi, kaitannya dengan entreprenur untuk kemajuan Indonesia yang akan datang.
Saat ini kurikulum pendidikan Indonesi masih dalam fase mengahafal saja sehingga tidak bisa menumbuhkkan kreatifitas. Tatanan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan nasionalisme. "Dari Situlah kurikulum ini kita rombak menjadikan pendidikan yang efektif untuk generasi muda," katanya.
Senada juga dikatakan oleh Hari Tanoe. Bahwa saat ini jumlah entrepreneur di Indonesia masih kurang dengan perbandingan dari jumlah penduduk. Jumlah entrepreneur di Indonesai kurang dari 2 persem.
"Idelanya, sebuah negara akan maju jika jumlah Entreprenuer sekitar 3 persen atau lebih," kata Cawapres dari Partai Hanura itu.
Menurut HT, Entrepreneur ini akan menciptakan nilai tambah bagi sebuah negara. Contohnya, penerimaan pajak, pengurangan pengangguran dan otomatis akan ada peningkatan penghasilan.
"Data yang disampaikan Pak Nuh itu menunjukkan bahwa kita memiliki potensi penduduk yang sangat besar. Jika potensi itu mampu dijaga maka pertumbuhan ekonomi Indoensia bisa mengalahkan Perancis dan Inggris. Tak hanya itu, pendapatan perkapita kita bisa melebihi Malaysia yang sekitar Rp11 juta per bulan," katanya.
(lns)