Jokowi nyapres, Tangerang waswas
Jum'at, 21 Maret 2014 - 22:18 WIB
Jokowi nyapres, Tangerang waswas
A
A
A
Sindonews.com - Pasca pencapresan Joko Widodo, muncul kekhawatiran kembali timbul rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyodet Sungai Ciliwung dan Cisadane guna mengatasi banjir Ibu Kota.
Seperti diketahui, Jokowi mengurungkan niat meminta Pemkot Tangerang untuk menyodet sungai tersebut. Jokowi menilai sungai itu lebih tepat untuk dinormalisasi.
Kekhawatiran ini terungkap dalam sebuah talkshow interaktif tiga pemimpin muda di Tangerang yang dihadiri Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang Benyamin Davnie, Jumat (21/3/2014).
"Kalau Jokowi jadi presiden, bukan tidak mungkin sodetan Ciliwung - Cisadane jadi dilakukan, bisa saja anggaran Rp1,9 triliun yang direncanakan untuk normalisasi digunakan untuk sodetan," sentil Hari Prastowo Al Faiz pengamat media yang dihadirkan dalam talkshow.
Ucapan Hari Prastowo ditanggapi tawa tiga kepemimpin muda yang hadir sore ini. Bahkan saat mendapatkan waktu untuk berbicara, Zaki menimpali ucapan pengamat media.
"Kalau sampai presiden baru juga punya niat mau nyodet lagi, akan kita tolak ramai-ramai. Bukannya tidak mau ikut menyelamatkan Jakarta, tapi kalau mengorbankan warga Tangerang untuk apa," tuturnya.
Menurut Zaki, pemerintah harus mulai melakukan normalisasi Sungai Cisadane dari hulu ke hilir, sehingga masalah banjir di Tangerang akan teratasi.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan hingga saat ini pemerintah pusat memang sudah menjanjikan akan melakukan normalisasi, akan tetapi hingga saat ini belum dilakukan.
"Kami berharap pemerintah dapat segera melakukan normalisasi. Selain itu kami juga harapkan normalisasi dapat juga diiringi dengan penurapan dinding sungai," tuturnya.
Seperti diketahui, Jokowi mengurungkan niat meminta Pemkot Tangerang untuk menyodet sungai tersebut. Jokowi menilai sungai itu lebih tepat untuk dinormalisasi.
Kekhawatiran ini terungkap dalam sebuah talkshow interaktif tiga pemimpin muda di Tangerang yang dihadiri Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang Benyamin Davnie, Jumat (21/3/2014).
"Kalau Jokowi jadi presiden, bukan tidak mungkin sodetan Ciliwung - Cisadane jadi dilakukan, bisa saja anggaran Rp1,9 triliun yang direncanakan untuk normalisasi digunakan untuk sodetan," sentil Hari Prastowo Al Faiz pengamat media yang dihadirkan dalam talkshow.
Ucapan Hari Prastowo ditanggapi tawa tiga kepemimpin muda yang hadir sore ini. Bahkan saat mendapatkan waktu untuk berbicara, Zaki menimpali ucapan pengamat media.
"Kalau sampai presiden baru juga punya niat mau nyodet lagi, akan kita tolak ramai-ramai. Bukannya tidak mau ikut menyelamatkan Jakarta, tapi kalau mengorbankan warga Tangerang untuk apa," tuturnya.
Menurut Zaki, pemerintah harus mulai melakukan normalisasi Sungai Cisadane dari hulu ke hilir, sehingga masalah banjir di Tangerang akan teratasi.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan hingga saat ini pemerintah pusat memang sudah menjanjikan akan melakukan normalisasi, akan tetapi hingga saat ini belum dilakukan.
"Kami berharap pemerintah dapat segera melakukan normalisasi. Selain itu kami juga harapkan normalisasi dapat juga diiringi dengan penurapan dinding sungai," tuturnya.
(dam)