Ini penjelasan RSHS soal lengan Pufelia
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:47 WIB
Ini penjelasan RSHS soal lengan Pufelia
A
A
A
Sindonews.com - Pihak RS Hasan Sadikin (RSHS) belum bisa memastikan penyakit yang diderita Pufelia Audriana Putri (5,5). Seperti diketahui, dua lengan Pufelia melepuh seperti bekas terbakar dari jari hingga melebihi sikunya.
"Saat ini kami belum bisa mengeluarkan statement soal kondisi medis pasien," ujar Kepala Humas RSHS, Nurul Wulandhani, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2014).
Menurutnya, saat ini tim medis yang secara khusus menangani Pufelia. Tim itu terdiri dari berbagai dokter spesialis yang kompeten di bidangnya. Tapi tim dokter belum bisa memberikan keterangan sebelum memastikan kondisi Pufelia.
"Tapi kalau kondisi pasien secara umum, menurut informasi makin baik dari waktu ke waktu," ungkap Nurul.
Disinggung soal rencana amputasi terhadap Pufelia, ia belum berani memastikannya. "Itu harus dari tim dokter (yang memberi keterangan)," ucapnya.
Sementara disinggung soal dugaan Pufelia sebagai korban malapraktik, Nurul juga tidak berandai. "Itu harus dijawab secara medis, kami tidak bisa menduga-duga," pungkas Nurul.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infus kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, bocah lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga:
Lengan Pufelia harus diamputasi, keluarga masih pikir-pikir
"Saat ini kami belum bisa mengeluarkan statement soal kondisi medis pasien," ujar Kepala Humas RSHS, Nurul Wulandhani, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2014).
Menurutnya, saat ini tim medis yang secara khusus menangani Pufelia. Tim itu terdiri dari berbagai dokter spesialis yang kompeten di bidangnya. Tapi tim dokter belum bisa memberikan keterangan sebelum memastikan kondisi Pufelia.
"Tapi kalau kondisi pasien secara umum, menurut informasi makin baik dari waktu ke waktu," ungkap Nurul.
Disinggung soal rencana amputasi terhadap Pufelia, ia belum berani memastikannya. "Itu harus dari tim dokter (yang memberi keterangan)," ucapnya.
Sementara disinggung soal dugaan Pufelia sebagai korban malapraktik, Nurul juga tidak berandai. "Itu harus dijawab secara medis, kami tidak bisa menduga-duga," pungkas Nurul.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infus kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, bocah lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga:
Lengan Pufelia harus diamputasi, keluarga masih pikir-pikir
(lns)