Simulasi Mentawai Megathrust disaksikan 9 negara ASEAN
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:18 WIB
Simulasi Mentawai Megathrust disaksikan 9 negara ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Budiono beserta istri, menghadiri pelaksanaan simulasi Mentawai Megathrust Direx Exercise 2014 yang dilaksanakan di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat.
Simulasi ini melibatkan ribuan warga sipil, pemerintah, TNI, dan Polri, serta sembilan negara ASEAN, guna meminimalisir jumlah korban akibat ancaman gempa bumi yang berakibat tsunami di Mentawai dan pantai barat Sumatera.
Di dampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif, Budiono menyaksikan simulasi yang berlangsung selama satu jam dan telah dipersiapkan selama satu tahun dengan menghabiskan anggaran negara sebesar Rp25 miliar.
Dalam simulasi ini digambarkan, bagaimana terjadinya gempa yang diprediksi 8,9 SR yang berpusat di kepulauan Mentawai. Gempa ini mengakibatkan terjadinya bencana tsunami yang membuat jutaan warga di pinggir pantai barat Sumatera panik dan mengungsi, hingga dievakuasi.
Diperkirakan, gelombang laut setinggi enam hingga 10 meter akan meluluhlantakan seluruh bangunan di bagian pinggir pantai barat Sumatera. Di Mentawai, diperkirakan akan terjadi tsunami setelah 7-10 menit usai gempa bumi. Sementara di Kota Padang dan daerah lainnya memiliki jeda waktu selama 20-25 menit usai gempa.
Latihan ini ditujukan bagaimana memanfaatkan waktu semaksimal mungkin melakukan penyelamatan dan evakuasi warga, sehingga meminimalisir jumlah korban nantinya. Ancaman gempa megatrush Mentawai ini akan mengancam sebanyak 1,2 juta jiwa yang bermukim di pinggir pantai barat Sumatera.
Dalam simulasi ini, ribuan anggota TNI, Polri, BNPB, warga sipil, dan instansi pemerintahan terkait, serta mengikutsertakan sembilan negara ASEAN. Sebanyak lima pesawat udara hercules dan helikopter TNI AU, serta delapan kapal TNI dan Polri, satu KRI Suarso, serta perahu karet.
Simulasi ini melibatkan ribuan warga sipil, pemerintah, TNI, dan Polri, serta sembilan negara ASEAN, guna meminimalisir jumlah korban akibat ancaman gempa bumi yang berakibat tsunami di Mentawai dan pantai barat Sumatera.
Di dampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif, Budiono menyaksikan simulasi yang berlangsung selama satu jam dan telah dipersiapkan selama satu tahun dengan menghabiskan anggaran negara sebesar Rp25 miliar.
Dalam simulasi ini digambarkan, bagaimana terjadinya gempa yang diprediksi 8,9 SR yang berpusat di kepulauan Mentawai. Gempa ini mengakibatkan terjadinya bencana tsunami yang membuat jutaan warga di pinggir pantai barat Sumatera panik dan mengungsi, hingga dievakuasi.
Diperkirakan, gelombang laut setinggi enam hingga 10 meter akan meluluhlantakan seluruh bangunan di bagian pinggir pantai barat Sumatera. Di Mentawai, diperkirakan akan terjadi tsunami setelah 7-10 menit usai gempa bumi. Sementara di Kota Padang dan daerah lainnya memiliki jeda waktu selama 20-25 menit usai gempa.
Latihan ini ditujukan bagaimana memanfaatkan waktu semaksimal mungkin melakukan penyelamatan dan evakuasi warga, sehingga meminimalisir jumlah korban nantinya. Ancaman gempa megatrush Mentawai ini akan mengancam sebanyak 1,2 juta jiwa yang bermukim di pinggir pantai barat Sumatera.
Dalam simulasi ini, ribuan anggota TNI, Polri, BNPB, warga sipil, dan instansi pemerintahan terkait, serta mengikutsertakan sembilan negara ASEAN. Sebanyak lima pesawat udara hercules dan helikopter TNI AU, serta delapan kapal TNI dan Polri, satu KRI Suarso, serta perahu karet.
(san)