Ahok endus 'permainan' dalam lelang ERP
Jum'at, 21 Maret 2014 - 14:54 WIB
Ahok endus 'permainan' dalam lelang ERP
A
A
A
Sindonews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga mundurnya penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) disebabkan adanya kedekatan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan perusahaan peserta tender.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memang belum menentukan pemenang tender tersebut.
"Kita inginnya open source, selama ini Dishub itu sudah banyak sekali kerja sama dengan pihak lain. Saya tidak tahu apakah ada kecenderungan lebih naksir ke salah satu pihak," kata Ahok di Balai Kota, Jum'at.
Saat ini, lanjut Ahok ada tiga perusahaan yang ikut tender. Dua di antaranya berasal dari Swedia dan Norwegia, sementara satu lainnya asal Indonesia.
Namun meskipun demikian, Ahok mengatakan, DKI Jakarta telah siap menerapkan ERP. Terlebih lagi, sudah ada payung hukum terhadap pelaksanaan kebijakan itu.
Baca juga:
Upaya atasi kemacetan dengan ERP kembali mentah
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memang belum menentukan pemenang tender tersebut.
"Kita inginnya open source, selama ini Dishub itu sudah banyak sekali kerja sama dengan pihak lain. Saya tidak tahu apakah ada kecenderungan lebih naksir ke salah satu pihak," kata Ahok di Balai Kota, Jum'at.
Saat ini, lanjut Ahok ada tiga perusahaan yang ikut tender. Dua di antaranya berasal dari Swedia dan Norwegia, sementara satu lainnya asal Indonesia.
Namun meskipun demikian, Ahok mengatakan, DKI Jakarta telah siap menerapkan ERP. Terlebih lagi, sudah ada payung hukum terhadap pelaksanaan kebijakan itu.
Baca juga:
Upaya atasi kemacetan dengan ERP kembali mentah
(ysw)