Rebut senjata polisi, sopir angkot & pedagang ditembak
Jum'at, 21 Maret 2014 - 09:36 WIB
Rebut senjata polisi, sopir angkot & pedagang ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Dua pelaku perampokan Alan alias Adong (28) dan Asep Sumantri (43) kini harus berjalan jingjit lantaran kakinya terkena muntahan timah panas dari polisi. Keduanya ditembak lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap.
“Saat akan kita tangkap, para pelaku ini ada yang memberikan perlawanan, kabur, dan juga mencoba merebut senjata anggota. Akhirnya setelah diberi peringatan, pelaku pun kita lumpuhkan,” kata Kapolsekta Lengkong, Kompol Gotam Hidayat, Jumat (21/3/2014).
Menurut dia, kedua pelaku ditangkap lantaran terlibat dalam sebuah aksi perampokan di Jalan Reog, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong beberapa waktu lalu. Dalam aksinya, kedua pelaku melancarkan aksinya dengan empat orang yang kini masih buron, yakni IR, Da, Wa, dan A.
Gotam mengungkapkan, dalam aksi perampokannya itu para pelaku berangkat dari suatu tempat dengan menggunakan mobil. Lalu masuk ke dalam rumah dengan memanjat tembok, dan akhirnya merusak kunci rumah.
'“Setelah masuk para pelaku ini melakukan penyekapan terhadap pemilik rumah. Setelah itu lalu mereka mengambil barang berharga milik korban yang mencapai Rp500 juta,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, polisi pun mendapatkan barang bukti berupa empat bilah golok, satu gunting baja, linggis, kupluk, dan puluhan potong tali yang digunakan untuk menyekap korbannya.
Kini kedua tersangka ditahan di Mapolsekta Lengkong. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun.
Sementera itu, Asep yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkot Soreang-Leuwi Panjang ini mengaku jika ide perampokan berasal dari IR dan Da.
“Kalau saya tugasnya hanya mengawasi rumah pas lagi merampok. Terakhir saya kebagian Rp 2juta, dan itu semua buat bayar anak sekolah,” timpalnya.
Senada dengan Asep, Alan yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang nasi goreng inipun berkilah jika yang mengajaknya merampok adalah IR dan Da saat bertemu di Surabaya, Jawa Timur.
“Saat akan kita tangkap, para pelaku ini ada yang memberikan perlawanan, kabur, dan juga mencoba merebut senjata anggota. Akhirnya setelah diberi peringatan, pelaku pun kita lumpuhkan,” kata Kapolsekta Lengkong, Kompol Gotam Hidayat, Jumat (21/3/2014).
Menurut dia, kedua pelaku ditangkap lantaran terlibat dalam sebuah aksi perampokan di Jalan Reog, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong beberapa waktu lalu. Dalam aksinya, kedua pelaku melancarkan aksinya dengan empat orang yang kini masih buron, yakni IR, Da, Wa, dan A.
Gotam mengungkapkan, dalam aksi perampokannya itu para pelaku berangkat dari suatu tempat dengan menggunakan mobil. Lalu masuk ke dalam rumah dengan memanjat tembok, dan akhirnya merusak kunci rumah.
'“Setelah masuk para pelaku ini melakukan penyekapan terhadap pemilik rumah. Setelah itu lalu mereka mengambil barang berharga milik korban yang mencapai Rp500 juta,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, polisi pun mendapatkan barang bukti berupa empat bilah golok, satu gunting baja, linggis, kupluk, dan puluhan potong tali yang digunakan untuk menyekap korbannya.
Kini kedua tersangka ditahan di Mapolsekta Lengkong. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun.
Sementera itu, Asep yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkot Soreang-Leuwi Panjang ini mengaku jika ide perampokan berasal dari IR dan Da.
“Kalau saya tugasnya hanya mengawasi rumah pas lagi merampok. Terakhir saya kebagian Rp 2juta, dan itu semua buat bayar anak sekolah,” timpalnya.
Senada dengan Asep, Alan yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang nasi goreng inipun berkilah jika yang mengajaknya merampok adalah IR dan Da saat bertemu di Surabaya, Jawa Timur.
(sms)