Jabar dan Banten tolak ikut urusi macet Jakarta
Kamis, 20 Maret 2014 - 18:41 WIB
Jabar dan Banten tolak ikut urusi macet Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mempermasalahkan keputusan Wakil Presiden Boediono yang tidak melibatkan perwakilan dari Jawa Barat dan Banten dalam rapat mengatasi kemacetan Ibu Kota, di Istana Wapres.
Menurut Ahok, tidak diikutsertakannya dua provinsi tersebut karena memang keduanya sudah menolak untuk ikut berperan dalam mengatasi masalah kemacetan ibu kota Jakarta.
"Mereka sudah menolak untuk ikut berkontribusi. Jadi, Jabar dan Banten setuju DKI bikin ERP (electronic road pricing) asal mereka tidak ikut keluar uang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak merasa keberatan dengan keputusan dua provinsi tetangganya itu. Sebab, DKI sudah banyak meraup untung dari banyaknya para pekerja dari Bogor, Depok, Bekasi, maupun Tangerang.
Asal ada dukungan dari pemerintah pusat, Ahok yakin pihaknya akan dapat mengatasi masalah kemacetan.
"Orang-orang Jabar dan Banten yang bekerja di Jakarta kan menambah jumlah penerimaan pajak bagi Jakarta. Yang penting kan bagaimana agar kendaraan mereka tidak masuk, jadi kita adakan ERP dan kereta. Jadi Jakarta tidak macet, tapi ekonomi naik, sama untungnya kok" ungkap Ahok.
Baca juga:
Upaya DKI untuk mengatasi macet belum berhasil
Menurut Ahok, tidak diikutsertakannya dua provinsi tersebut karena memang keduanya sudah menolak untuk ikut berperan dalam mengatasi masalah kemacetan ibu kota Jakarta.
"Mereka sudah menolak untuk ikut berkontribusi. Jadi, Jabar dan Banten setuju DKI bikin ERP (electronic road pricing) asal mereka tidak ikut keluar uang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak merasa keberatan dengan keputusan dua provinsi tetangganya itu. Sebab, DKI sudah banyak meraup untung dari banyaknya para pekerja dari Bogor, Depok, Bekasi, maupun Tangerang.
Asal ada dukungan dari pemerintah pusat, Ahok yakin pihaknya akan dapat mengatasi masalah kemacetan.
"Orang-orang Jabar dan Banten yang bekerja di Jakarta kan menambah jumlah penerimaan pajak bagi Jakarta. Yang penting kan bagaimana agar kendaraan mereka tidak masuk, jadi kita adakan ERP dan kereta. Jadi Jakarta tidak macet, tapi ekonomi naik, sama untungnya kok" ungkap Ahok.
Baca juga:
Upaya DKI untuk mengatasi macet belum berhasil
(ysw)