Beredar kabar lokalisasi Dolly dipindah ke Bali

Rabu, 19 Maret 2014 - 20:51 WIB
Beredar kabar lokalisasi...
Beredar kabar lokalisasi Dolly dipindah ke Bali
A A A
Sindonews.com - Beredar kabar lokalisasi Dolly bakal dipindah ke Bali. Namun, kabar tersebut dengan tegas dibantah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, akan melakukan mengendalikan Pekerja Seks Komersial (PSK) setelah menutup Dolly.

Menurut Risma, tiap daerah perlu mengendalikan lingkungan sosial warganya. Baik itu PSK, maupun ketertiban dan keamanan kotanya. Pengendalian itu, dilakukan dengan pendataan warga dan razia masalah sosial yang terjadi.

"Semua pihak akan digerakkan, mulai dari camat, lurah dan Dispenduk, dengan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Dinas Kesehatan mencari anak-anak kurang gizi. Pemindahan lokalisasi itu bukan perkara mudah. Bisa dipastikan daerah yang akan menjadi tempat pemindahan akan menolak dengan keras," terangnya, Rabu (19/3/2014).

Kader PDIP ini mengaku, selama 2013, pihaknya telah menutup empat lokalisasi di Surabaya. Namun begitu, dia mengaku tidak mengetahui keberadaan PSK yang tidak terdata atau yang tidak terlibat dalam alih fungsi lokalisasi. Termasuk apakah para PSK sudah meninggalkan lokalisasi yang sudah ditutup atau belum.

Untuk tiu, Pemkot Surabaya akan terus melakukan kontrol terhadap daerah-daerah tersebut. "Semua harus dikendalikan. Bahkan yang bukan lokalisasi juga harus dikontrol. Kalau memang tidak ada identitas lengkap, ya harus dipulangkan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono menilai, tempat prostitusi tidak perlu ditutup. Sebaliknya, harus dilokalisir ke tempat yang jauh dari masyarakat. Sehingga, masyarakat akan kesulitan mengakses tempat tersebut.

"Dengan begitu, penghuninya bisa dikontrol. Jika mereka diketahui kabur dari tempat prostitusi ini dan ditemukan berada di tengah-tengah masyarakat menjajakan diri, maka mereka bisa dikembalikan lagi," terangnya.

Bendahara DPC PDIP Surabaya ini menjelaskan, jika prostitusi sudah dilokalisir, pemerintah daerah bersama DPRD setempat menyusun peraturan daerah (perda) yang menaungi keberadaan tempat itu.

Tempat yang layak menjadi wilayah untuk melokalisir prostitusi, Pemkot Surabaya diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

"Hampir 90 persen, PSK di Surabaya itu berasal dari luar kota. Ini harus disikapi oleh pemkot. Jika nanti ada tempat prostitusi yang disediakan pemerintah, maka kontrolnya akan mudah. Selain itu, penghuni lokalisasi juga harus mendapat pemahaman agama, sehingga mereka tidak lagi menjadi PSK," bebernya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Jadi Tersangka, Bos...
Jadi Tersangka, Bos WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ditahan
40 menit yang lalu
Polisi Tangkap Sopir...
Polisi Tangkap Sopir Taksi Online yang Mengamuk di Tol JORR, Ini Tampangnya
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Bebaskan...
Pemprov Jakarta Bebaskan Denda Pajak Kendaraan selama 3 Bulan, Ini Syaratnya
2 jam yang lalu
Polisi Ringkus Owner...
Polisi Ringkus Owner WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,6 Miliar
4 jam yang lalu
Pemotongan Hewan Kurban...
Pemotongan Hewan Kurban Dharma Jaya Jadi Pilihan Sejumlah Instansi
5 jam yang lalu
Embung Kekinian di Jakarta,...
Embung Kekinian di Jakarta, Bukan Sekadar Tempat Menampung Air Hujan
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved