Perlu psikolog di polsek hingga Mabes Polri
Kamis, 20 Maret 2014 - 04:00 WIB
Perlu psikolog di polsek hingga Mabes Polri
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta menempatkan psikolog mulai polsek sampai Mabes Polri untuk membimbing kejiwaan anggota Polri. Karena kerjaan polisi yang sangat banyak bisa membuat setiap anggota menjadi stres. Maka mereka perlu pendampingan dari psikolog.
"Untuk itulah diperlukan adanya psikolog yang ditempatkan di kepolisian hingga sektor terendah. Karena polsek-polsek sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat," kata Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar kepada Sindo, Rabu (19/3/2014).
Dengan adanya psikolog, kata Bambang, maka polisi yang menghadapi masalah bisa berkonsultasi dan mendapatkan jalan keluar. Masalah yang dialami mereka bukan hanya dari pekerjaan, tapi juga masalah pribadi.
"Ketika menghadapai situasi yang demikian maka mereka memerlukan pendamping. Selama ini mereka hanya cerita ke teman sejawat yang terkadang solusinya bukanlah solusi yang tepat," jelas Guru Besar UI ini.
Seperti diketahui, Kepala Denma AKBP Pamudji tewas akibat tembakan di pelipis kepala kirinya. Sebelumnya, Pamudji sempat dikabarkan terlibat cekcok dengan anak buahnya Brigadir Susanto di ruang Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 18 Maret 2014 malam.
Baca:
Alibi Brigadir Susanto setelah AKBP Pamudji tewas
"Untuk itulah diperlukan adanya psikolog yang ditempatkan di kepolisian hingga sektor terendah. Karena polsek-polsek sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat," kata Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar kepada Sindo, Rabu (19/3/2014).
Dengan adanya psikolog, kata Bambang, maka polisi yang menghadapi masalah bisa berkonsultasi dan mendapatkan jalan keluar. Masalah yang dialami mereka bukan hanya dari pekerjaan, tapi juga masalah pribadi.
"Ketika menghadapai situasi yang demikian maka mereka memerlukan pendamping. Selama ini mereka hanya cerita ke teman sejawat yang terkadang solusinya bukanlah solusi yang tepat," jelas Guru Besar UI ini.
Seperti diketahui, Kepala Denma AKBP Pamudji tewas akibat tembakan di pelipis kepala kirinya. Sebelumnya, Pamudji sempat dikabarkan terlibat cekcok dengan anak buahnya Brigadir Susanto di ruang Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 18 Maret 2014 malam.
Baca:
Alibi Brigadir Susanto setelah AKBP Pamudji tewas
(mhd)