Brigadir S sebut AKBP Pamudji bunuh diri
Rabu, 19 Maret 2014 - 13:27 WIB
Brigadir S sebut AKBP Pamudji bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com - Kasus penembakan terhadap Kepala Denma Polda Metro Jaya AKBP Pamudji yang terjadi di kantor Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya tadi malam masih terus didalami. Pasalnya, Brigadir Susanto yang berada di lokasi kejadian sempat mengatakan korban melakukan bunuh diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menuturkan, kesaksian tersebut didapatkan dari Aiptu DM yang berada di sekitar lokasi.
Aiptu DM merupakan anak buah AKBP Pamudji yang tadi malam sempat menghadap untuk izin pulang di ruang piket Yanma. Tak lama setelah meninggalkan ruangan piket Yanma, DM mendengar dua kali letusan pistol dari ruangan tersebut.
"Kemudian Aiptu DM melaporkan ke piket Provost dan bersama ke TKP dan melihat Brigadir S berlari keluar dari TKP sambil mengatakan, Kayanma (Kepala Denma) bunuh diri," terang Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Pada saat itu, katanya, saksi melihat korban sudah tak bernyawa dengan pistol yang berada tak jauh dari jenazah Pamudji. Kemudian, kedua saksi tersebut mengamankan Susanto yang berada di dalam ruang piket.
"Saksi melihat jenazah korban dan pistol tergeletak di sisi kanan jenasah korban, kemudian terhadap Brigadir S dilakukan pengamanan dan saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan," ujarnya.
Sebelumnya peristiwa penembakan terjadi, kata Rikwanto, Pamudji sempat menegur Brigadir Susanto (S) yang piket tidak menggunakan seragam lengkap. Kemudian, bapak dua anak itu mengambil pistol milik bawahannya dan memintanya untuk mencari teman piket.
Baca:
Kasus penembakan antar polisi, ini kata DPR
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menuturkan, kesaksian tersebut didapatkan dari Aiptu DM yang berada di sekitar lokasi.
Aiptu DM merupakan anak buah AKBP Pamudji yang tadi malam sempat menghadap untuk izin pulang di ruang piket Yanma. Tak lama setelah meninggalkan ruangan piket Yanma, DM mendengar dua kali letusan pistol dari ruangan tersebut.
"Kemudian Aiptu DM melaporkan ke piket Provost dan bersama ke TKP dan melihat Brigadir S berlari keluar dari TKP sambil mengatakan, Kayanma (Kepala Denma) bunuh diri," terang Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Pada saat itu, katanya, saksi melihat korban sudah tak bernyawa dengan pistol yang berada tak jauh dari jenazah Pamudji. Kemudian, kedua saksi tersebut mengamankan Susanto yang berada di dalam ruang piket.
"Saksi melihat jenazah korban dan pistol tergeletak di sisi kanan jenasah korban, kemudian terhadap Brigadir S dilakukan pengamanan dan saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan," ujarnya.
Sebelumnya peristiwa penembakan terjadi, kata Rikwanto, Pamudji sempat menegur Brigadir Susanto (S) yang piket tidak menggunakan seragam lengkap. Kemudian, bapak dua anak itu mengambil pistol milik bawahannya dan memintanya untuk mencari teman piket.
Baca:
Kasus penembakan antar polisi, ini kata DPR
(mhd)