Longsor di Saung Wargi, ini analisis BPBD Jabar
Senin, 17 Maret 2014 - 15:48 WIB
Longsor di Saung Wargi, ini analisis BPBD Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Tebing yang berdiri kokoh di atas Rumah Makan Saung Wargi di Kampung Keramat, Desa Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tiba-tiba longsor. Satu orang ditemukan tewas tertimbun, yaitu Cahyani Meis Irianti (19), seorang mahasiswi Universitas Padjajaran.
Menurut Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD), Haryadi mengatakan kawasan tersebut memang daerah rawan longsor.
"Kami lihat secara kasat mata, terlihat di sana bentukan tanah muda, dan terlihat tanah gembur lengkungan, itu pasti bergerak dan gembur," ungkap Haryadi di lokasi kejadian, Senin (17/3/2014).
Hal itu diperparah dengan kemiringan tebing di lokasi yang diperkirakan mencapai 95 derajat. Dalam kondisi seperti itu seharusnya daerah tersebut tidak boleh ada aktivitas apapun.
Terkait longsor yang terjadi, Haryadi menduga ada pergerakan tanah. Sebab longsor terjadi saat cuaca cerah, tidak ada hujan atau angin sebelumnya.
"Kami sudah siaga bencana, baik itu curah hujan, gerakan tanah maupun angin puting beliung. Nah ini mungkin karena pergerakan hal-hal seperti itu (pergerakan tanah)," tuturnya.
Haryadi menyatakan bakal mengkaji keberadaan rumah makan yang tertimbun longsor tesebut. "Kami akan periksa dengan Kapolres (Cimahi) untuk perizinan dan lain sebagainya," kata Haryadi.
Saat ini, lokasi akan ditutup untuk sementara. Untuk memastikan kawasan itu harus diitutup total atau tidak, BPBD akan menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), serta instansi lain.
Baca juga:
Korban longsor di Lembang berhasil dievakuasi
Menurut Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD), Haryadi mengatakan kawasan tersebut memang daerah rawan longsor.
"Kami lihat secara kasat mata, terlihat di sana bentukan tanah muda, dan terlihat tanah gembur lengkungan, itu pasti bergerak dan gembur," ungkap Haryadi di lokasi kejadian, Senin (17/3/2014).
Hal itu diperparah dengan kemiringan tebing di lokasi yang diperkirakan mencapai 95 derajat. Dalam kondisi seperti itu seharusnya daerah tersebut tidak boleh ada aktivitas apapun.
Terkait longsor yang terjadi, Haryadi menduga ada pergerakan tanah. Sebab longsor terjadi saat cuaca cerah, tidak ada hujan atau angin sebelumnya.
"Kami sudah siaga bencana, baik itu curah hujan, gerakan tanah maupun angin puting beliung. Nah ini mungkin karena pergerakan hal-hal seperti itu (pergerakan tanah)," tuturnya.
Haryadi menyatakan bakal mengkaji keberadaan rumah makan yang tertimbun longsor tesebut. "Kami akan periksa dengan Kapolres (Cimahi) untuk perizinan dan lain sebagainya," kata Haryadi.
Saat ini, lokasi akan ditutup untuk sementara. Untuk memastikan kawasan itu harus diitutup total atau tidak, BPBD akan menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), serta instansi lain.
Baca juga:
Korban longsor di Lembang berhasil dievakuasi
(lns)