Kaki korban terjepit tembok, evakuasi alot
Senin, 17 Maret 2014 - 13:32 WIB
Kaki korban terjepit tembok, evakuasi alot
A
A
A
Sindonews.com - Proses evakuasi sosok mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad), Cahyani Meis Irianti (19), yang terkubur longsor di Kampung Keramat, Desa Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berlangsung alot.
Dari pantauan, sekitar pukul 11.40 WIB proses evakuasi masih berlangsung. Bagian tubuh dari perut hingga kepala sudah terlihat dengan posisi terlentang. Tapi bagian perut hingga kaki tertimpa beton yang diduga bekas tembok.
Besarnya reruntuhan tembok itu membuat petugas kesulitan. Tinggi reruntuhan kira-kira 20 meter. Fokus penggalian pun diarahkan di sekitar kaki korban.
Untuk memudahkan evakuasi, reruntuhan tembok beton itu dibor agar sedikit demi sedikit hancur. Meski dalam kondisi hujan, proses evakuasi terus dilakukan.
Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah makan Saung Wargi.
Saat kejadian, puluhan orang sedang memancing, sebagian menikmati hidangan rumah makan yang lokasinya berjarak sekira 10 meter dari tebing yang longsor. Longsor terjadi dua kali. Longsor pertama relatif kecil, sedangkan yang kedua cukup besar.
Baca juga:
Allahu Akbar, tandai ditemukannya mahasiswi Unpad
Dari pantauan, sekitar pukul 11.40 WIB proses evakuasi masih berlangsung. Bagian tubuh dari perut hingga kepala sudah terlihat dengan posisi terlentang. Tapi bagian perut hingga kaki tertimpa beton yang diduga bekas tembok.
Besarnya reruntuhan tembok itu membuat petugas kesulitan. Tinggi reruntuhan kira-kira 20 meter. Fokus penggalian pun diarahkan di sekitar kaki korban.
Untuk memudahkan evakuasi, reruntuhan tembok beton itu dibor agar sedikit demi sedikit hancur. Meski dalam kondisi hujan, proses evakuasi terus dilakukan.
Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi Minggu (16/3/2014) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah makan Saung Wargi.
Saat kejadian, puluhan orang sedang memancing, sebagian menikmati hidangan rumah makan yang lokasinya berjarak sekira 10 meter dari tebing yang longsor. Longsor terjadi dua kali. Longsor pertama relatif kecil, sedangkan yang kedua cukup besar.
Baca juga:
Allahu Akbar, tandai ditemukannya mahasiswi Unpad
(lns)