Preman Terminal Giwangan tewas ditikam pengamen
Minggu, 16 Maret 2014 - 16:38 WIB
Preman Terminal Giwangan tewas ditikam pengamen
A
A
A
Sindonews.com - Agus Purwanyo (30), preman terminal tewas setelah ditikam di bagian leher, punggung, dan perut di Terminal Giwangan, Jawa Tengah. Pria yang kost di Mrican, Umbulharjo, Kota Yogya itu merupakan orang yang disegani karena sebagai penguasa pengamen di terminal tersebut.
Rekan korban, Joko Santoso (26) selamat meski mendapatkan luka tusuk dibagian pinggal. Keduanya dikeroyok dua pengamen baru yang masuk di wilayah tersebut. Komplotan pengamen baru itu berjumlah tiga orang satu di antaranya wanita.
"Ada yang ngamen, teman saya (korban) mengingatkan agar lapor dahulu ke petugas keamanan terminal, tapi mereka tidak mau meminta izin," kata Joko kepada petugas kepolisian setempat, Minggu (16/3/2014).
Kejadian itu terjadi pada Sabtu 15 Maret 2014, lanjutnya, sekira pukul 19.00 WIB, keduanya bertemu lagi dengan pelaku. Korban kembali mengingatkaan agar pelaku melapor supaya diketahui identitasnya. Namun, pelaku tetap engan melapor.
Justru terjadi cek-cok diantara meraka. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lipat dan menikam korban. Korban sempat berusaha menghindar, akhirnya roboh saat senjata itu mengenai tubuhnya.
Meski sudah jatuh, pelaku membabi buta menikam tubuh korban hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. Sementara Joko, berhasil kabur meski mendapatkan luka pada bagian pinggang.
"Kita fokus mencari keberadan pelaku, identitasnya sudah diketahui sesuai keterangan saksi korban (Joko)," kata Kapolsekta Umbulharjo Kompol Sri Wibowo.
Belum diketahui motif dari peristiwa ini. Indikasi salah pahan berakhir pembunuhan dilihat dari keterangan saksi korban (Joko). "Motifnya nanti kalau sudah ketemu pelakunya," ujarnya.
Rekan korban, Joko Santoso (26) selamat meski mendapatkan luka tusuk dibagian pinggal. Keduanya dikeroyok dua pengamen baru yang masuk di wilayah tersebut. Komplotan pengamen baru itu berjumlah tiga orang satu di antaranya wanita.
"Ada yang ngamen, teman saya (korban) mengingatkan agar lapor dahulu ke petugas keamanan terminal, tapi mereka tidak mau meminta izin," kata Joko kepada petugas kepolisian setempat, Minggu (16/3/2014).
Kejadian itu terjadi pada Sabtu 15 Maret 2014, lanjutnya, sekira pukul 19.00 WIB, keduanya bertemu lagi dengan pelaku. Korban kembali mengingatkaan agar pelaku melapor supaya diketahui identitasnya. Namun, pelaku tetap engan melapor.
Justru terjadi cek-cok diantara meraka. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lipat dan menikam korban. Korban sempat berusaha menghindar, akhirnya roboh saat senjata itu mengenai tubuhnya.
Meski sudah jatuh, pelaku membabi buta menikam tubuh korban hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. Sementara Joko, berhasil kabur meski mendapatkan luka pada bagian pinggang.
"Kita fokus mencari keberadan pelaku, identitasnya sudah diketahui sesuai keterangan saksi korban (Joko)," kata Kapolsekta Umbulharjo Kompol Sri Wibowo.
Belum diketahui motif dari peristiwa ini. Indikasi salah pahan berakhir pembunuhan dilihat dari keterangan saksi korban (Joko). "Motifnya nanti kalau sudah ketemu pelakunya," ujarnya.
(mhd)