KPK supervisi izin tambang batubara di Kaltim

Jum'at, 14 Maret 2014 - 02:16 WIB
KPK supervisi izin tambang...
KPK supervisi izin tambang batubara di Kaltim
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti pertemuan dengan 12 gubernur yang digelar di Jakarta beberapa hari lalu. Maka itu, lembaga antikorupsi itu menggelar rapat koordinasi dan supervisi pengelolaan pertambangan mineral dan batubara di Kalimantan Timur.

Koordinasi itu bertujuan untuk mengatasi kerugian negara akibat usaha pertambangan di daerah. sebab diduga, banyak Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak menyetorkan pajak maupun kewajiban lain kepada negara. Akibatnya negara mengalami kerugian yang cukup besar.

Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, jika dalam audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ada temuan pelanggaran pasal-pasal pertambangan yang menjurus pada perilaku korupsi, maka harus ada tindak lanjut pada sanksi di penegak hukum.

"Ya ini beberapa potensi kerugian negara memang sudah jelas. Seperti soal pembayaran royalti yang mandek, perizinan dan jaminan reklamasi. Angka kerugian yang harus ditanggung negara masih harus diaudit BPKP. Kami terus mendata melalui surveyor dan mencari angka pasti kerugiannya," kata Sukhyar, Kamis (13/3/2014).

Dia menambahkan, kerugian negara tidak serta merta kesalahan pengusaha. Bisa saja pembayaran royalti sudah dilakukan namun tertahan di Pemda sehingga tidak sampai ke pusat.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Raja mengatakan, sesuai fungsinya KPK tidak hanya melakukan penindakan pada suatu kasus. Namun, KPK juga melakukan pendekatan dan pencegahan terhadap korupsi dari sektor manapun termasuk pertambangan.

"Saat ini untuk penataan pengelolaan pertambangan masih belum ada penindakan, karena kita lebih mengedepankan persuasif dahulu. Namun jika memang terindikasi ada korupsi dalam praktik usaha pertambangan maka KPK akan masuk," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta
Kejari Karawang Bidik...
Kejari Karawang Bidik Pengadaan Perahu Dinas Perikanan
Laporkan Dugaan Kasus...
Laporkan Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Nurhayati Malah Jadi Tersangka
Guru Ngaji dan Madrasah...
Guru Ngaji dan Madrasah di Sukabumi Gelar Doa dan Dukungan untuk Firli
5 Negara Paling Korup...
5 Negara Paling Korup di Dunia versi Transparency, Indonesia Urutan Berapa?
PJT I Terima Sertifikat...
PJT I Terima Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved