Kabut asap di Riau, juga tanggung jawab pusat

Kamis, 13 Maret 2014 - 18:34 WIB
Kabut asap di Riau,...
Kabut asap di Riau, juga tanggung jawab pusat
A A A
Sindonews.com - Kabut asap yang terjadi di Provinsi Riau makin mengkhawatirkan. Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau mencatat masih ada 3.000 hektare lahan terbakar yang tersebar di Indragiri Hulu, Dumai, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Pelalawan, Meranti dan Rokan Hilir.

Selama satu bulan terakhir, satgas mengklaim sudah berhasil memadamkan 11.808 hektare lahan terbakar. Semantara saat ini sedang disiapkan 7.000 liter bom air untuk memadamkan sisa lahan yang terbakar.

Faktor alam dan manusia diduga menjadi penyebab kebakaran yang ternyata sudah menjadi ‘agenda tahunan’ di Riau sejak tahun 1997. Kondisi cuaca yang tidak normal dan ramalan terjadinya badai El Nino tahun ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab yang membuat hutan dan ladang mulai terbakar.

Hal itu masih diperparah dengan kelalaian dan kesengajaan oleh oknum penduduk lokal dan perusahaan tertentu yang membakar ladang demi keuntungan semata. Terkait dengan hal tersebut, 26 orang sudah diamankan, karena diduga menjadi pelaku pembakaran hutan.

Sampai kini, belum ada laporan pasti, 26 orang tersebut apakah komplotan dari perusahaan atau yang terkait dengan korporasi tertentu.

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Provinsi Riau, Nurhasyim menyoroti kesehatan anak-anak yang terancam semakin memburuk terkena dampak dari kebakaran lahan ini.

“Meskipun sudah mulai mengecil asapnya, namun anak-anak hampir tiap hari dilaporkan terkena ISPA. Pihak Pemerintah pun mengakali dengan meliburkan sekolah, tapi tetap saja masih beresiko tinggi,” katanya dalam keterangan persnya, Kamis (13/3/2014).

Mantan Sekretaris DPRD Riau ini memuji langkah satgas yang sudah merespon cepat kebutuhan masyarakat seperti masker. Namun, dia menyayangkan lambannya pemerintah daerah yang tidak menyediakan alternatif untuk kelancaran mobilisasi masyarakat yang masih belum bisa leluasa kemana-mana.

“Kapal-kapal nelayan masih bersandar, belum bisa melaut, alhasil harga ikan pun melonjak tinggi,” ucap Nurhasyim.

Sementara itu, Faisal Yusuf, aktivis lingkungan dan perubahan iklim menyayangkan kegagalan pemerintah melindungi lahan yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh ini.

“Lahan di sana kan termasuk dalam cagar biosfer yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah, dan lahan ini juga sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Lahan ini adalah milik internasional, dunia mengalami kerugian yang sangat besar dalam hal ketersediaan lingkungan hijau saat ini,” ucapnya.

Faisal juga mengungkapkan bahwa masalah kebakaran lahan ini adalah masalah besar. “Pemerintah harus bertanggung jawab, baik itu dari segi ekonomi dan sisi lingkungannya. Ini bukan hanya tanggung jawab daerah saja, pusat harus memiliki andil,” tegas mantan penasihat perubahan iklim UNESCO area Asia Pasifik ini.
(san)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
3 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
4 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
6 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
7 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved