Belasan siswa SD Baitusalam keracunan Teh Poci
Kamis, 13 Maret 2014 - 01:12 WIB
Belasan siswa SD Baitusalam keracunan Teh Poci
A
A
A
Sindonews.com - Usai menikmati teh kemasan plastik, sebanyak 13 pelajar Sekolah Dasar (SD) Baitusalam Kelurahan Tertek, Kota Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) mengalami gejala keracunan. Selain mual, sebagian besar siswa mengeluh pusing dan beberapa di antaranya muntah.
Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah langsung melarikan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung.
“Ini terjadi usai olahraga di alun-alun Kota Tulungagung,“ tutur salah seorang guru Baitusalam Ahmad Makofa kepada wartawan, Rabu (12/3/2014).
Minuman ringan seharga Rp3 ribu per kotak itu dibeli di sekitar alun-alun Kota Tulungagung. Pada kemasannya tertulis Teh Poci. Belum habis isi kemasan diteguk, salah seorang siswa kelas tiga SD itu mengaku merasa pusing.
Belum usai keluhan disampaikan, siswa lain juga mengutarakan keluhan serupa. Keluhan rasa tidak nyaman tersebut berlangsung cepat. “Kalau melihat gejalanya sih diduga keracunan. Dan dugaan sementara berasal dari minuman yang sama (teh),“ terang Ahmad.
Menurut Direktur RSUD dr Iskak Supriyanto, pihaknya langsung melakukan penanganan cepat. Dari gejala yang dirasakan siswa, dia mengakui diduga mengalami keracunan.
“Namun kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk para siswa sudah ditangani dengan baik. Dan kondisinya berangsur-angsur pulih,“ ujarnya.
Sementara itu, kabar adanya keracunan massal yang menimpa para pelajar, mengundang perhatian Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.
Maryoto meminta pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal. Dia juga menegaskan para pasien tidak akan dipungut biaya pengobatan. “Semuanya akan kita gratiskan. Kita juga meminta pihak terkait untuk memastikan penyebab dari gejala keracunan tersebut,“ ujar Maryoto.
Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah langsung melarikan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung.
“Ini terjadi usai olahraga di alun-alun Kota Tulungagung,“ tutur salah seorang guru Baitusalam Ahmad Makofa kepada wartawan, Rabu (12/3/2014).
Minuman ringan seharga Rp3 ribu per kotak itu dibeli di sekitar alun-alun Kota Tulungagung. Pada kemasannya tertulis Teh Poci. Belum habis isi kemasan diteguk, salah seorang siswa kelas tiga SD itu mengaku merasa pusing.
Belum usai keluhan disampaikan, siswa lain juga mengutarakan keluhan serupa. Keluhan rasa tidak nyaman tersebut berlangsung cepat. “Kalau melihat gejalanya sih diduga keracunan. Dan dugaan sementara berasal dari minuman yang sama (teh),“ terang Ahmad.
Menurut Direktur RSUD dr Iskak Supriyanto, pihaknya langsung melakukan penanganan cepat. Dari gejala yang dirasakan siswa, dia mengakui diduga mengalami keracunan.
“Namun kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk para siswa sudah ditangani dengan baik. Dan kondisinya berangsur-angsur pulih,“ ujarnya.
Sementara itu, kabar adanya keracunan massal yang menimpa para pelajar, mengundang perhatian Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.
Maryoto meminta pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal. Dia juga menegaskan para pasien tidak akan dipungut biaya pengobatan. “Semuanya akan kita gratiskan. Kita juga meminta pihak terkait untuk memastikan penyebab dari gejala keracunan tersebut,“ ujar Maryoto.
(rsa)