Ahok desak KPK ambil kasus bus berkarat
Rabu, 12 Maret 2014 - 17:44 WIB
Ahok desak KPK ambil kasus bus berkarat
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menelusuri pengadaan bus Transjakarta yang berkarat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus tersebut.
Dalam kasus ii, Ahok ingin KPK yang turun tangan dibanding pihak Kejaksaan. Pasalnya, jika ditangani Kejaksaan khawatir kasus ini tak pernah terungkap seperti dalam kasus pengadaan armada pemadam kebakaran.
"Saya minta kasus ini segera ditangani KPK. KPK sudah pegang datanya, kami selalu berkoordinasi. Tangkap saja semua yang terlibat," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut Ahok, permainan pengadaan bus TransJakarta berkarat ini sudah sangat keterlaluan.
Sebab, masyarakat Jakarta saat ini sudah teriak-teriak kekurangan bus karena banyak peraturan yang melarang masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.
"Orang menunggu di halte 2-3 jam panas-panasan, bisa mati itu. Polisi sudah bantu sterilisasikan jalurnya, tapi cara beli busnya kayak gitu,"sindirnya.
Ahok menyebut, malah Dinas Perhubungan DKI Jakarta lebih senang memakai bus China yang seminggu digunakan sudah mogok dan terbakar.
"Kalau enggak punya duit mending enggak usah beli," ujarnya.
Baca juga:
Ahok siap diperiksa KPK terkait bus Transjakarta
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah di lemari KPK
Dalam kasus ii, Ahok ingin KPK yang turun tangan dibanding pihak Kejaksaan. Pasalnya, jika ditangani Kejaksaan khawatir kasus ini tak pernah terungkap seperti dalam kasus pengadaan armada pemadam kebakaran.
"Saya minta kasus ini segera ditangani KPK. KPK sudah pegang datanya, kami selalu berkoordinasi. Tangkap saja semua yang terlibat," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut Ahok, permainan pengadaan bus TransJakarta berkarat ini sudah sangat keterlaluan.
Sebab, masyarakat Jakarta saat ini sudah teriak-teriak kekurangan bus karena banyak peraturan yang melarang masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.
"Orang menunggu di halte 2-3 jam panas-panasan, bisa mati itu. Polisi sudah bantu sterilisasikan jalurnya, tapi cara beli busnya kayak gitu,"sindirnya.
Ahok menyebut, malah Dinas Perhubungan DKI Jakarta lebih senang memakai bus China yang seminggu digunakan sudah mogok dan terbakar.
"Kalau enggak punya duit mending enggak usah beli," ujarnya.
Baca juga:
Ahok siap diperiksa KPK terkait bus Transjakarta
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah di lemari KPK
(ysw)