Dalam toren ini Aisah ditenggelamkan
Rabu, 12 Maret 2014 - 13:56 WIB
Dalam toren ini Aisah ditenggelamkan
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan toren atau tempat penampungan air seolah menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki oleh setiap orang untuk menyiasati keterbatasan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Namun, berbeda dengan sebuah toren berwarna orange milik keluarga Karsito. Toren yang warnanya sudah mulai luntur dengan tinggi sekira 1,5 meter itu, seolah menjadi saksi bisu kekejaman istri Karsito, Dedeh Uum Fatimah (DUF) yang telah dengan tega menceburkan anak bungsunya, Aisah Fany (2,5) ke dalamnya.
"Iya ini Kang torennya," ucap salah seorang keluarga yang mengantar wartawan melihat kondisi rumah, Selasa (12/3/2014).
Toren tersebut berada tepat di samping tangga penghubung lantai satu dan dua rumah. Sekira tiga langkah dari toren terdapat sebuah pintu yang berisikan dua kamar tidur yang di tempati oleh anak pertama pelaku dan keponakannya. Sementara pelaku tidur bersama anak bungsunya di lantai bawah.
"Di sini cuma ada satu lampu, mungkin saat kejadian lampunya mati atau bagaimana saya kurang tahu. Tapi kan waktu itu yang bungsu lagi tidur dan toren ada isinya, jadi tenggelam," tuturnya.
Rencananya, pihak keluarga akan memindahkan toren tersebut. Namun lantaran masih dalam proses penanganan polisi, pihak keluarga pun urung melakukannya.
Terpantau, toren tersebut kini dibiarkan begitu saja dengan kondisi tertutup. Air di dalam toren itu pun kini hanya tersisa 1/5 dari isinya. Tidak ada garis polisi atau police line yang membatasi toren.
Baca juga:
Di sini pembunuh anak Aisah tinggal
Namun, berbeda dengan sebuah toren berwarna orange milik keluarga Karsito. Toren yang warnanya sudah mulai luntur dengan tinggi sekira 1,5 meter itu, seolah menjadi saksi bisu kekejaman istri Karsito, Dedeh Uum Fatimah (DUF) yang telah dengan tega menceburkan anak bungsunya, Aisah Fany (2,5) ke dalamnya.
"Iya ini Kang torennya," ucap salah seorang keluarga yang mengantar wartawan melihat kondisi rumah, Selasa (12/3/2014).
Toren tersebut berada tepat di samping tangga penghubung lantai satu dan dua rumah. Sekira tiga langkah dari toren terdapat sebuah pintu yang berisikan dua kamar tidur yang di tempati oleh anak pertama pelaku dan keponakannya. Sementara pelaku tidur bersama anak bungsunya di lantai bawah.
"Di sini cuma ada satu lampu, mungkin saat kejadian lampunya mati atau bagaimana saya kurang tahu. Tapi kan waktu itu yang bungsu lagi tidur dan toren ada isinya, jadi tenggelam," tuturnya.
Rencananya, pihak keluarga akan memindahkan toren tersebut. Namun lantaran masih dalam proses penanganan polisi, pihak keluarga pun urung melakukannya.
Terpantau, toren tersebut kini dibiarkan begitu saja dengan kondisi tertutup. Air di dalam toren itu pun kini hanya tersisa 1/5 dari isinya. Tidak ada garis polisi atau police line yang membatasi toren.
Baca juga:
Di sini pembunuh anak Aisah tinggal
(san)