Di sini pembunuh anak Aisah tinggal
Rabu, 12 Maret 2014 - 13:43 WIB
Di sini pembunuh anak Aisah tinggal
A
A
A
Sindonews.com - Lokasi sekaligus rumah pelaku pembunuhan anak kandung oleh Dedeh Uum Fatimah, di Kampung Cijeunjing, Desa Kertamulya, RT5/22, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak ramai.
Para tetangga yang penasaran berkerumun di sekitar lokasi sambil melihat pihak keluarga yang tengah diwawancarai secara live oleh salah satu stasiun televisi swasta. Selain dipenuhi oleh para tetangga, pihak keluarga yang masih dalam suasana berkabung pun tak henti-hentinya mendapat simpati dari para tetangga yang datang kerumah.
Dari pantauan wartawan, lokasi rumah pelaku berada sekira satu kilometer, tepat di belakang Gedung DPRD KBB. Meski masuk ke daerah perkampungan, namun disiang hari ramai oleh kendaraan yang lalu lalang dan anak-anak yang bermain.
Di rumah tipe 36 berlantai dua itu, Dedeh dan suaminya Kasrsito sudah tinggal sejak tahun 2003 silam. Di sisi depan, terdapat sebuah ruangan yang dulunya digunakan sebagai tempat berdagang kelontongan.
"Iya dulunya dagang. Ini etalase dulu penuh dagangan. Kebetulan saya juga kerja di apotek, jadi jualan obat juga. Tapi sudah lama warung ini tutup," tutur Karsito, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/3/2014).
Masuk ke dalam terdapat sebuah ruang tamu dan kamar yang sehari-hari digunakan tidur oleh pelaku dan korban yang tak lain anak bungsunya Aisah Fany.
Saat wartawan menyambangi rumah itu, terlihat anak kedua pelaku Muhamad Fahrul Rabani, tengah duduk dan bermain game bersama teman-temannya yang lain. Tak nampak wajah syok atau sedih dari bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar itu.
Lebih ke dalam, ada sebuah tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua rumah. Di lantai dua inilah pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memasukan anak bungsunya ke dalam sebuah toren berisi air.
Sedangkan kondisi di luar rumah, nampak sebuah lahan kosong yang biasa digunakan anak-anak bemain dengan fasilitas sebuah ayunan dan rumah panggung yang ada di atas sebuah kolam.
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
Para tetangga yang penasaran berkerumun di sekitar lokasi sambil melihat pihak keluarga yang tengah diwawancarai secara live oleh salah satu stasiun televisi swasta. Selain dipenuhi oleh para tetangga, pihak keluarga yang masih dalam suasana berkabung pun tak henti-hentinya mendapat simpati dari para tetangga yang datang kerumah.
Dari pantauan wartawan, lokasi rumah pelaku berada sekira satu kilometer, tepat di belakang Gedung DPRD KBB. Meski masuk ke daerah perkampungan, namun disiang hari ramai oleh kendaraan yang lalu lalang dan anak-anak yang bermain.
Di rumah tipe 36 berlantai dua itu, Dedeh dan suaminya Kasrsito sudah tinggal sejak tahun 2003 silam. Di sisi depan, terdapat sebuah ruangan yang dulunya digunakan sebagai tempat berdagang kelontongan.
"Iya dulunya dagang. Ini etalase dulu penuh dagangan. Kebetulan saya juga kerja di apotek, jadi jualan obat juga. Tapi sudah lama warung ini tutup," tutur Karsito, saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/3/2014).
Masuk ke dalam terdapat sebuah ruang tamu dan kamar yang sehari-hari digunakan tidur oleh pelaku dan korban yang tak lain anak bungsunya Aisah Fany.
Saat wartawan menyambangi rumah itu, terlihat anak kedua pelaku Muhamad Fahrul Rabani, tengah duduk dan bermain game bersama teman-temannya yang lain. Tak nampak wajah syok atau sedih dari bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar itu.
Lebih ke dalam, ada sebuah tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua rumah. Di lantai dua inilah pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memasukan anak bungsunya ke dalam sebuah toren berisi air.
Sedangkan kondisi di luar rumah, nampak sebuah lahan kosong yang biasa digunakan anak-anak bemain dengan fasilitas sebuah ayunan dan rumah panggung yang ada di atas sebuah kolam.
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
(san)