Gempa masih terus terjadi di Gunung Slamet
Selasa, 11 Maret 2014 - 22:40 WIB
Gempa masih terus terjadi di Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Eskalasi gempa masih terjadi di Gunung api Slamet hingga Selasa malam (11/3/2014) ini. Hal ini berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Gambuhan Pemalang,
“Ya, hingga malam ini masih terjadi gempa di Gunung Slamet. Makanya kami terus pantau terus perkembangannya,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Sukedi, Selasa (11/3/2014) malam.
Namun Sukedi mengungkapkan, pantauan terhadap gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa (3.432 dpl) ini hanya bisa dilakukan oleh alat perekam atau pemantau getaran (seismik).
Karena menurut Sukedi secara visual aktivitas gunung ini tak terpantau karena adanya kabut asap yang menutupi Gunung Slamet.
Pria ini menjelaskan, berdasarkan pemantauan dari getaran yang ada, energi di dalam lapisan dalam Gunung Slamet masih tinggi.
"Kemungkinan bisa saja magma yang ada menjadi keluar atau sebaliknya menjadi normal. Itu sangat tergantung dari tekanan dari perut bumi, "timpal Sukedi.
Baca juga:
Hari ini, Gunung Slamet meletus kecil sebanyak 450 kali
Gunung Slamet Waspada, TNI siapkan jalur evakuasi
Gunung Slamet Waspada, Banyumas siaga
PVMBG akan tambah alat pemantau di Gunung Slamet
Takut meletus, warga berduyun-duyun pantau Gunung Slamet
Aktivitas Gunung Slamet kini dipantau ketat
24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
Gempa & hembusan asap masih terjadi di Gunung Slamet
Kronologi meningkatnya status Gunung Slamet
Cerita rakyat, asal-usul Gunung Slamet
“Ya, hingga malam ini masih terjadi gempa di Gunung Slamet. Makanya kami terus pantau terus perkembangannya,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Sukedi, Selasa (11/3/2014) malam.
Namun Sukedi mengungkapkan, pantauan terhadap gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa (3.432 dpl) ini hanya bisa dilakukan oleh alat perekam atau pemantau getaran (seismik).
Karena menurut Sukedi secara visual aktivitas gunung ini tak terpantau karena adanya kabut asap yang menutupi Gunung Slamet.
Pria ini menjelaskan, berdasarkan pemantauan dari getaran yang ada, energi di dalam lapisan dalam Gunung Slamet masih tinggi.
"Kemungkinan bisa saja magma yang ada menjadi keluar atau sebaliknya menjadi normal. Itu sangat tergantung dari tekanan dari perut bumi, "timpal Sukedi.
Baca juga:
Hari ini, Gunung Slamet meletus kecil sebanyak 450 kali
Gunung Slamet Waspada, TNI siapkan jalur evakuasi
Gunung Slamet Waspada, Banyumas siaga
PVMBG akan tambah alat pemantau di Gunung Slamet
Takut meletus, warga berduyun-duyun pantau Gunung Slamet
Aktivitas Gunung Slamet kini dipantau ketat
24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
Gempa & hembusan asap masih terjadi di Gunung Slamet
Kronologi meningkatnya status Gunung Slamet
Cerita rakyat, asal-usul Gunung Slamet
(sms)