Emosi Ahok meledak, bus sumbangan swasta dipersulit
Selasa, 11 Maret 2014 - 18:57 WIB
Emosi Ahok meledak, bus sumbangan swasta dipersulit
A
A
A
Sindonews.com - Rapat yang digelar di ruang rapat Wakil Gubernur DKI Jakarta mendadak gaduh. Basuki Tjahaja Purnama nampaknya tak bisa mengendalikan emosi dan memarahi sejumlah anak buahnya.
Pemicu kemarahan Ahok karena 30 unit bus Transjakarta yang diberikan pihak swasta ternyata juga dibebani pajak nilai strategis reklame.
"Masa orang mau menyumbang bus disuruh bayar pajak. Saya tidak habis pikir di mana logikanya. Saya marah besar sama BPKD," ujar Ahok dengan nada tinggi, Selasa (11/3/2014).
Ahok menduga, pejabat mempersulit proses penghibahan bus supaya Dinas Perhubungan tetap bisa melakukan pembelian bus sendiri. Dengan begitu, oknum-oknum yang selama ini mendapat keuntungan dari sistem lelang tetap bisa bermain.
"Kenapa sih lebih suka pakai bus China yang baru diresmikan sudah mogok. Ini bus yang mau dikasih mereknya Hino," kata Ahok lagi, masih dengan nada tinggi.
Pejabat yang dimarahi Ahok berulangkali mencoba memberi penjelasan. Namun, rupanya penjelasan mereka tidak dapat diterima Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut juga mengatakan, pihak swasta yang terdiri dari Telkomsel, Ti-Phone, dan roda mas, sudah siap menyerahkan bus sejak tahun lalu.
Namun, prosesnya dipersulit. Mereka diminta membayar pajak yang tinggi, lantaran di dalam bus terdapat iklan milik mereka.
Rapat yang digelar di lantai dua ruang Balai Kota tersebut dihadiri oleh puluhan orang, baik dari pihak swasta yang akan menyumbang maupun dari jajaran Pemprov DKI, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Pajak, dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
Rapat tersebut semula tertutup bagi wartawan. Namun, tiba-tiba staf Ahok mempersilahkan wartawan masuk untuk meliput rapat tersebut.
Pemicu kemarahan Ahok karena 30 unit bus Transjakarta yang diberikan pihak swasta ternyata juga dibebani pajak nilai strategis reklame.
"Masa orang mau menyumbang bus disuruh bayar pajak. Saya tidak habis pikir di mana logikanya. Saya marah besar sama BPKD," ujar Ahok dengan nada tinggi, Selasa (11/3/2014).
Ahok menduga, pejabat mempersulit proses penghibahan bus supaya Dinas Perhubungan tetap bisa melakukan pembelian bus sendiri. Dengan begitu, oknum-oknum yang selama ini mendapat keuntungan dari sistem lelang tetap bisa bermain.
"Kenapa sih lebih suka pakai bus China yang baru diresmikan sudah mogok. Ini bus yang mau dikasih mereknya Hino," kata Ahok lagi, masih dengan nada tinggi.
Pejabat yang dimarahi Ahok berulangkali mencoba memberi penjelasan. Namun, rupanya penjelasan mereka tidak dapat diterima Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut juga mengatakan, pihak swasta yang terdiri dari Telkomsel, Ti-Phone, dan roda mas, sudah siap menyerahkan bus sejak tahun lalu.
Namun, prosesnya dipersulit. Mereka diminta membayar pajak yang tinggi, lantaran di dalam bus terdapat iklan milik mereka.
Rapat yang digelar di lantai dua ruang Balai Kota tersebut dihadiri oleh puluhan orang, baik dari pihak swasta yang akan menyumbang maupun dari jajaran Pemprov DKI, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Pajak, dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
Rapat tersebut semula tertutup bagi wartawan. Namun, tiba-tiba staf Ahok mempersilahkan wartawan masuk untuk meliput rapat tersebut.
(ysw)