Kriminolog: Masih jauh dari psikopat
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:25 WIB
Kriminolog: Masih jauh dari psikopat
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pembunuhan yang dilakukan Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani dinilai sadis. Karena, pembunuhan itu dilakukan dengan cara disetrum, dipukul hingga digigit oleh remaja belasan tahun tersebut.
Walaupun pola pembunuhan itu terbilang cukup sadis, tetapi kedua pelaku itu belum bisa dikatakan psikopat atau terganggu kejiwannya. Karena, kedua mahasiswa Kalbis Institute itu masih bisa berpikir dengan baik.
"(Hafitd) masih jauh kalau ke arah sana (psikopat)," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala di Depok, Selasa (11/3/2014).
Dikarenakan, kata dia, pembunuhan yang dilakukan sepasang kekasih itu merupakan perbuatan yang terencana. Bahkan, sambungnya, kedua pelaku itu sudah mengetahui apa akibat dari perbuatan itu.
Tetapi, lanjut Adrianus, keduanya seakan tidak menghiraukan akibat dari perbuatannya itu. Makanya, mereka tega melakukan melakukan pembunuhan itu terhadap teman mereka sendiri.
"Mungkin mereka (Hafitd dan Assyifa) malah berpikir bisa bersama bertahun-tahun di dalam penjara," imbuhnya.
Kendati demikian, kata anggota Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, kasus pembunuhan tersebut bukanlah yang pertama. Tapi, tidak pernah terekspos seperti kasus pembunuhan ini.
"Ini bukan yang pertama kali, hanya mungkin yang terekspos media yang sekarang ini," ucapnya.
Baca:
Selain psikopat, Hafitd juga dinilai sadis
Walaupun pola pembunuhan itu terbilang cukup sadis, tetapi kedua pelaku itu belum bisa dikatakan psikopat atau terganggu kejiwannya. Karena, kedua mahasiswa Kalbis Institute itu masih bisa berpikir dengan baik.
"(Hafitd) masih jauh kalau ke arah sana (psikopat)," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala di Depok, Selasa (11/3/2014).
Dikarenakan, kata dia, pembunuhan yang dilakukan sepasang kekasih itu merupakan perbuatan yang terencana. Bahkan, sambungnya, kedua pelaku itu sudah mengetahui apa akibat dari perbuatan itu.
Tetapi, lanjut Adrianus, keduanya seakan tidak menghiraukan akibat dari perbuatannya itu. Makanya, mereka tega melakukan melakukan pembunuhan itu terhadap teman mereka sendiri.
"Mungkin mereka (Hafitd dan Assyifa) malah berpikir bisa bersama bertahun-tahun di dalam penjara," imbuhnya.
Kendati demikian, kata anggota Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, kasus pembunuhan tersebut bukanlah yang pertama. Tapi, tidak pernah terekspos seperti kasus pembunuhan ini.
"Ini bukan yang pertama kali, hanya mungkin yang terekspos media yang sekarang ini," ucapnya.
Baca:
Selain psikopat, Hafitd juga dinilai sadis
(mhd)