Jarang ngobrol, suami kaget DUF bunuh Aisah
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:52 WIB
Jarang ngobrol, suami kaget DUF bunuh Aisah
A
A
A
Sindonews.com - Kasito (38), suami DUF, pelaku pembunuhan anak kandung Aisah Fany (2,5), mengaku terkejut dan tidak percaya istrinya tega membunuh anak bungsu mereka.
"Istri saya memang memiliki sifat keras, jarang mengobrol, dan sedikit tertutup. Tetapi saya tak habis pikir jika dia bisa senekat itu," ujar Kasito, saat ditemui di kamar mayat RS Hasan Sadikin, Selasa (11/3/2014).
Menurutnya, terakhir kali bertemu dengan istrinya pada Senin 10 Maret 2014, dia hanya mengatakan akan pergi ke rumah kakeknya anak-anak dan mau main. Saat itu, dia yang mengantar DUF naik bus.
"Sementara istri saya ke rumah kakeknya anak-anak. Dia cuma bilang mau main saja. Komunikasi terakhir juga biasa saja, paling nanya kabar dan sedang apa," terang pegawai apotek ini.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, diketahui jika pelaku menderita kejiwaan yang tidak stabil.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," pungkasnya.
Baca juga:
Syok, Kasito tahu anaknya tewas lewat sms
Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
"Istri saya memang memiliki sifat keras, jarang mengobrol, dan sedikit tertutup. Tetapi saya tak habis pikir jika dia bisa senekat itu," ujar Kasito, saat ditemui di kamar mayat RS Hasan Sadikin, Selasa (11/3/2014).
Menurutnya, terakhir kali bertemu dengan istrinya pada Senin 10 Maret 2014, dia hanya mengatakan akan pergi ke rumah kakeknya anak-anak dan mau main. Saat itu, dia yang mengantar DUF naik bus.
"Sementara istri saya ke rumah kakeknya anak-anak. Dia cuma bilang mau main saja. Komunikasi terakhir juga biasa saja, paling nanya kabar dan sedang apa," terang pegawai apotek ini.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, diketahui jika pelaku menderita kejiwaan yang tidak stabil.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," pungkasnya.
Baca juga:
Syok, Kasito tahu anaknya tewas lewat sms
Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
(san)