Syok, Kasito tahu anaknya tewas lewat sms
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:00 WIB
Syok, Kasito tahu anaknya tewas lewat sms
A
A
A
Sindonews.com - Seorang ibu rumah tangga DUF, tega membunuh anak kandungnya sendiri Aisah Fany (2,5), dengan cara menenggelamkannya ke dalam toren air.
Kasito (38), suami pelaku mengaku tidak tahu peristiwa nahas yang menimpa keluarganya tersebut.
"Saya baru tahu tadi sekira pukul 7.30 WIB. Pas saya lihat HP banyak sms dan telepon yang mengabarkan itu. Lalu saya disuruh adik ipar saya buat ke sini," kata Kasito, saat ditemui di kamar mayat RS Hasan Sadikin, Selasa (11/3/2014).
Setibanya di RS, Kasito tak kuasa menahan tangis melihat jasad anaknya tergeletak di dalam kamar mayat. Dia tidak pernah menyangka sang istri yang telah memberinya tiga orang anak tega berbuat sadis.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, diketahui jika pelaku menderita kejiwaan yang tidak stabil.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," pungkasnya.
Baca juga:
Tenggelamkan anaknya ke toren air, DUF menyerahkan diri
Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
Kasito (38), suami pelaku mengaku tidak tahu peristiwa nahas yang menimpa keluarganya tersebut.
"Saya baru tahu tadi sekira pukul 7.30 WIB. Pas saya lihat HP banyak sms dan telepon yang mengabarkan itu. Lalu saya disuruh adik ipar saya buat ke sini," kata Kasito, saat ditemui di kamar mayat RS Hasan Sadikin, Selasa (11/3/2014).
Setibanya di RS, Kasito tak kuasa menahan tangis melihat jasad anaknya tergeletak di dalam kamar mayat. Dia tidak pernah menyangka sang istri yang telah memberinya tiga orang anak tega berbuat sadis.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, diketahui jika pelaku menderita kejiwaan yang tidak stabil.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," pungkasnya.
Baca juga:
Tenggelamkan anaknya ke toren air, DUF menyerahkan diri
Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
(san)