Tak dapat raskin ratusan warga OKI protes
Selasa, 11 Maret 2014 - 14:57 WIB
Tak dapat raskin ratusan warga OKI protes
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 200 orang warga Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan aksi protes di Kantor Camat Tanjung Lubuk.
Mereka menuntut keadilan karena tidak menerima jatah beras miskin (raskin) bulan Januari dan Februari 2014.
Bakri Sidik (40) warga Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Lubuk mengatakan, selama ini penerima raskin di kelurahannya berjumlah 249 kepala keluarga (KK). Seluruh KK tersebut selalu mendapatkan jatah raskin yang diterima rutin setiap waktunya.
Namun menurutnya sejak Lurah Kelurahan Tanjung Lubuk dijabat Sulaiman menggantikan lurah lama, penerima raskin tidak lagi berjumlah 249 KK. Ada sekitar 70 KK yang tidak lagi menerima jatah raskin dan ini terjadi sejak Sulaiman menjabat lurah.
Diuraikannya, saat masih menerima raskin sepanjang tahun 2013 lalu, setiap KK mendapatkan jatah 37,5 kilogram (Kg) raskin setiap bulan dan pembagian berasnya tidak pernah terlambat. Harganyapun standar sebesar Rp75 ribu untuk 37,5 Kg raskin itu.
“Nah,untuk bulan Januari dan Februari 2014, kami (70 KK) tidak lagi dapat beras. Padahal kami sudah menyetor duluan uang untuk pembayaran beras itu,”ujar Bakri Sidik sambil mengatakan uang raskin yang sudah disetor hingga kini belum dikembalikan ke warga.
Kabag Ekonomi Setda OKI Usansi menerangkan, raskin untuk periode Januari dan Februari 2014 sudah diserahkan kepada penerimanya.
Mengenai data penerima raskin, itu usulan berdasarkan dari musyawarah warga di kelurahan tersebut.
Mereka menuntut keadilan karena tidak menerima jatah beras miskin (raskin) bulan Januari dan Februari 2014.
Bakri Sidik (40) warga Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Lubuk mengatakan, selama ini penerima raskin di kelurahannya berjumlah 249 kepala keluarga (KK). Seluruh KK tersebut selalu mendapatkan jatah raskin yang diterima rutin setiap waktunya.
Namun menurutnya sejak Lurah Kelurahan Tanjung Lubuk dijabat Sulaiman menggantikan lurah lama, penerima raskin tidak lagi berjumlah 249 KK. Ada sekitar 70 KK yang tidak lagi menerima jatah raskin dan ini terjadi sejak Sulaiman menjabat lurah.
Diuraikannya, saat masih menerima raskin sepanjang tahun 2013 lalu, setiap KK mendapatkan jatah 37,5 kilogram (Kg) raskin setiap bulan dan pembagian berasnya tidak pernah terlambat. Harganyapun standar sebesar Rp75 ribu untuk 37,5 Kg raskin itu.
“Nah,untuk bulan Januari dan Februari 2014, kami (70 KK) tidak lagi dapat beras. Padahal kami sudah menyetor duluan uang untuk pembayaran beras itu,”ujar Bakri Sidik sambil mengatakan uang raskin yang sudah disetor hingga kini belum dikembalikan ke warga.
Kabag Ekonomi Setda OKI Usansi menerangkan, raskin untuk periode Januari dan Februari 2014 sudah diserahkan kepada penerimanya.
Mengenai data penerima raskin, itu usulan berdasarkan dari musyawarah warga di kelurahan tersebut.
(sms)