24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
Selasa, 11 Maret 2014 - 13:33 WIB
24 pendaki Gunung Slamet turun dengan selamat
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 24 pendaki yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet berhasil turun dengan selamat pasca naiknya status gunung tersebut dari Normal menjadi Waspada.
Petugas pengamat Gunung Slamet di Pos Gambuhan Pemalang, Jateng, Nurcholis, mengatakan, para pendaki itu kini berada di Pos Bambangan.
"Mereka itu mendaki pada Senin (10/3) kemarin. Namun berhasil turun dengan selamat. Mereka kembali turun dibantu Tim Search and Rescue (SAR) semalam," tutur Nurcholis kepada SINDOnews, Selasa (11/3/2014).
Dia pun mengatakan, untuk sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Menyusul peningkatan aktivitas Gunung Slamet dari Normal menjadi Waspada.
"Jarak steril seperti apa yang disampaikan Pak Surono (Kepala Badan Geologi ESDM), yakni 2 kilometer dari puncak gunung," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 24 orang melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet, Senin 10 Maret 2014 kemarin pagi. Namun ternyata, gunung tersebut mengalami peningkatan status dari Normal menjadi Waspada.
Petugaspun kemudian menghubungi nomor telepon yang tertera di pos saat melakukan pendaftaran.
"Petugas di Pos Bambangan sudah mencoba untuk menghubungi melalui nomor telepon seluler yang dicatatkan di pos sebelum naik. Kami meminta mereka untuk turun kembali," kata Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Purbalingga Prayitno.
Baca:
Gempa & hembusan asap masih terjadi di Gunung Slamet
Kronologi meningkatnya status Gunung Slamet
Cerita rakyat, asal-usul Gunung Slamet
"Gunung Slamet Waspada tanda munculnya presiden baru"
Gunung Slamet Waspada, warga Baturaden acuh
Petugas pengamat Gunung Slamet di Pos Gambuhan Pemalang, Jateng, Nurcholis, mengatakan, para pendaki itu kini berada di Pos Bambangan.
"Mereka itu mendaki pada Senin (10/3) kemarin. Namun berhasil turun dengan selamat. Mereka kembali turun dibantu Tim Search and Rescue (SAR) semalam," tutur Nurcholis kepada SINDOnews, Selasa (11/3/2014).
Dia pun mengatakan, untuk sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Menyusul peningkatan aktivitas Gunung Slamet dari Normal menjadi Waspada.
"Jarak steril seperti apa yang disampaikan Pak Surono (Kepala Badan Geologi ESDM), yakni 2 kilometer dari puncak gunung," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 24 orang melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet, Senin 10 Maret 2014 kemarin pagi. Namun ternyata, gunung tersebut mengalami peningkatan status dari Normal menjadi Waspada.
Petugaspun kemudian menghubungi nomor telepon yang tertera di pos saat melakukan pendaftaran.
"Petugas di Pos Bambangan sudah mencoba untuk menghubungi melalui nomor telepon seluler yang dicatatkan di pos sebelum naik. Kami meminta mereka untuk turun kembali," kata Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Purbalingga Prayitno.
Baca:
Gempa & hembusan asap masih terjadi di Gunung Slamet
Kronologi meningkatnya status Gunung Slamet
Cerita rakyat, asal-usul Gunung Slamet
"Gunung Slamet Waspada tanda munculnya presiden baru"
Gunung Slamet Waspada, warga Baturaden acuh
(rsa)