Imbas asap kiriman, 43 ribu siswa di Padang libur sekolah
Selasa, 11 Maret 2014 - 11:12 WIB
Imbas asap kiriman, 43 ribu siswa di Padang libur sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Hingga hari ini kondisi kabut asap kiriman dari Provinsi Riau semakin pekat. Hal ini pun membuat Pemerintah Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, meliburkan 43 ribu siswa yang terdiri dari tingkatan SD, SMP dan SMA.
Sementara di Kota Padang sampai hari ini asap semakin pekat, jarak pandang sekitar 300 meter. Di SMA Negeri 2 Padang, kepala sekolah mengambil inisiatif untuk mengerahkan Siswa Pencinta Alam (Sispala) untuk mencari donatur menyumbangkan masker.
"Hasil itu, hari ini kita bagikan kepada 850 siswa, 76 orang guru dan karyawan, ini untuk mengantisipasi siswa dari penyakit Ispa," ujar Kepala SMAN 2 Padang, Habibul Fuadi, di jalan Musi Padang, Selasa (11/3/2014).
Kondisi ini pun dikatakannya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa, mengingat sebentar lagi para siswa akan menghadapi ujian sekolah, ujian mid semester dan Ujian Nasiona (UN).
"Jika ini tidak diitanggulangi bisa-bisa siswa jatuh sakit, kalau siswa tidak mengikuti ujian sekolah ini akan mempengaruih nilai UN," ujarnya.
Untuk tahun ini, ada 297 siswa yang akan ikut UN pada bulan April mendatang. "Kalau mereka sakit itu bisa menggagalkan untuk lulus," pungkas.
Sementara beberapa SD yang ada di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur saat mengikuti ujian mereka juga memakai masker dalam ruang kelas.
Baca:
Asap kian berbahaya, Universitas Riau diliburkan
Protes kabut asap, anak SD ini surati Presiden SBY
Sementara di Kota Padang sampai hari ini asap semakin pekat, jarak pandang sekitar 300 meter. Di SMA Negeri 2 Padang, kepala sekolah mengambil inisiatif untuk mengerahkan Siswa Pencinta Alam (Sispala) untuk mencari donatur menyumbangkan masker.
"Hasil itu, hari ini kita bagikan kepada 850 siswa, 76 orang guru dan karyawan, ini untuk mengantisipasi siswa dari penyakit Ispa," ujar Kepala SMAN 2 Padang, Habibul Fuadi, di jalan Musi Padang, Selasa (11/3/2014).
Kondisi ini pun dikatakannya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa, mengingat sebentar lagi para siswa akan menghadapi ujian sekolah, ujian mid semester dan Ujian Nasiona (UN).
"Jika ini tidak diitanggulangi bisa-bisa siswa jatuh sakit, kalau siswa tidak mengikuti ujian sekolah ini akan mempengaruih nilai UN," ujarnya.
Untuk tahun ini, ada 297 siswa yang akan ikut UN pada bulan April mendatang. "Kalau mereka sakit itu bisa menggagalkan untuk lulus," pungkas.
Sementara beberapa SD yang ada di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur saat mengikuti ujian mereka juga memakai masker dalam ruang kelas.
Baca:
Asap kian berbahaya, Universitas Riau diliburkan
Protes kabut asap, anak SD ini surati Presiden SBY
(rsa)