Mantan timses Jokowi terlibat pengadaan bus berkarat
Senin, 10 Maret 2014 - 20:49 WIB
Mantan timses Jokowi terlibat pengadaan bus berkarat
A
A
A
Sindonews.com - Mantan tim Sukses Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), Michael Bimo Putranto disebut-sebut terlibat dalam pengadaan Bus TransJakarta berkarat.
Bimo sendiri telah membantu Jokowi memenangkan empat kali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tidak membantah dirinya mengenal Bimo yang telah empat kali menjadi tim suksesnya di Pilkada.
Dua kali di Solo saat Jokowi menjadi Wali Kota, dan dua kali di Jakarta pada Pemilihan Gubernur DKI putaran I dan II.
Namun, dia tidak mengetahui jika Bimo terlibat dalam pengadaan TransJakarta, bahkan dia membantah jika ada intervensi dalam memberikan rekomendasi pemenang tender.
Diapun menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Badan Perencanaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Semua itu kan melalui proses lelang, saya tidak tahu kalau dia ikut lelang dari PT atau sebagai makelar. Saya enggak ngerti. Masa saya kenal kamu, tapi saya urusi kamu, kan enggak," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/3/2014).
Jokowi menjelaskan, saat ini dugaan penyelewengan pengadaan bus TransJakarta berkarat tengah diperiksa BPKP. Jika nantinya ada pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana korupsi, dia membuka peluang untuk ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kepala Dinasnya kemarin kita sudah copot. Hati-hati saja yang membawa nama saya. Saya akan tindak tegas," ujarnya.
Baca juga:
Bus Transjakarta karatan, Jokowi salahkan inspektorat
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah di lemari KPK
Ahok siap diperiksa KPK terkait bus Transjakarta
Bimo sendiri telah membantu Jokowi memenangkan empat kali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tidak membantah dirinya mengenal Bimo yang telah empat kali menjadi tim suksesnya di Pilkada.
Dua kali di Solo saat Jokowi menjadi Wali Kota, dan dua kali di Jakarta pada Pemilihan Gubernur DKI putaran I dan II.
Namun, dia tidak mengetahui jika Bimo terlibat dalam pengadaan TransJakarta, bahkan dia membantah jika ada intervensi dalam memberikan rekomendasi pemenang tender.
Diapun menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Badan Perencanaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Semua itu kan melalui proses lelang, saya tidak tahu kalau dia ikut lelang dari PT atau sebagai makelar. Saya enggak ngerti. Masa saya kenal kamu, tapi saya urusi kamu, kan enggak," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/3/2014).
Jokowi menjelaskan, saat ini dugaan penyelewengan pengadaan bus TransJakarta berkarat tengah diperiksa BPKP. Jika nantinya ada pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana korupsi, dia membuka peluang untuk ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kepala Dinasnya kemarin kita sudah copot. Hati-hati saja yang membawa nama saya. Saya akan tindak tegas," ujarnya.
Baca juga:
Bus Transjakarta karatan, Jokowi salahkan inspektorat
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah di lemari KPK
Ahok siap diperiksa KPK terkait bus Transjakarta
(ysw)