Kompak berkerudung merah, mahasiswi PMII sambangi Gedung Sate
Senin, 10 Maret 2014 - 13:06 WIB
Kompak berkerudung merah, mahasiswi PMII sambangi Gedung Sate
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswi dari Korpri PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar aksi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/3/2014).
Aksi dimulai dengan jalan kaki sekira 100 meter menuju Gedung Sate, tepatnya di Jalan Sentot Alibasya.
Ada hal unik dari aksi tersebut. Massa kompak mengenakan baju hitam dan kerudung merah. "Warna merah-hitam ini sebagai simbol perlawanan," koordinator aksi, Ai Rahma.
Menurutnya selama ini masih banyak perempuan yang ditindas dalam berbagai hal. "Kita memiliki semangat untuk melawan selama sistem seperti ini masih ada," ungkapnya.
Dalam aksinya, massa menyoroti banyaknya kebijakan diskriminatif. Sedikitnya tercatat 282 kebijakan daerah yang diskriminatif di Indonesia hingga Agustus 2012. Mereka juga menyoroti tingginya 'ekspor' TKI yang dilakukan Jawa Barat.
Ai mengatakan, Korpri PKC PMII Jawa Barat menyampaikan enam petisi untuk pemerintah dalam aksi kali ini. Petisi itu adalah tolak impor sembako, selamatkan penyelenggaraan pemilu dari intervensi dan intimidasi penguasa, hapus UU yang bersifat diskriminasi terhadap perempuan, stop kekerasan seksual, stop human trafficking, dan stop eksploitasi geothermal.
Selain menyampaikan petisi, massa juga melakukan protes melalui berbagai poster dan spanduk, di antaranya bertuliskan 'Hari Perempuan Internasional' dan 'Stop Human Trafficking'.
Aksi dimulai dengan jalan kaki sekira 100 meter menuju Gedung Sate, tepatnya di Jalan Sentot Alibasya.
Ada hal unik dari aksi tersebut. Massa kompak mengenakan baju hitam dan kerudung merah. "Warna merah-hitam ini sebagai simbol perlawanan," koordinator aksi, Ai Rahma.
Menurutnya selama ini masih banyak perempuan yang ditindas dalam berbagai hal. "Kita memiliki semangat untuk melawan selama sistem seperti ini masih ada," ungkapnya.
Dalam aksinya, massa menyoroti banyaknya kebijakan diskriminatif. Sedikitnya tercatat 282 kebijakan daerah yang diskriminatif di Indonesia hingga Agustus 2012. Mereka juga menyoroti tingginya 'ekspor' TKI yang dilakukan Jawa Barat.
Ai mengatakan, Korpri PKC PMII Jawa Barat menyampaikan enam petisi untuk pemerintah dalam aksi kali ini. Petisi itu adalah tolak impor sembako, selamatkan penyelenggaraan pemilu dari intervensi dan intimidasi penguasa, hapus UU yang bersifat diskriminasi terhadap perempuan, stop kekerasan seksual, stop human trafficking, dan stop eksploitasi geothermal.
Selain menyampaikan petisi, massa juga melakukan protes melalui berbagai poster dan spanduk, di antaranya bertuliskan 'Hari Perempuan Internasional' dan 'Stop Human Trafficking'.
(rsa)