Ratusan karyawan RSMM tuntut kenaikan uang pelayanan
Senin, 10 Maret 2014 - 10:55 WIB
Ratusan karyawan RSMM tuntut kenaikan uang pelayanan
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan karyawan Rumah Sakit Dr Marzoeki Mahdi (RSMM), Bogor melakukan aksi unjuk rasa di tengah lapangan kompleks RS tersebut. Unjuk rasa yang dilakukan ratusan karyawan itu untuk menuntut kenaikan uang jasa pelayanan yang selama enam tahun tidak mengalami peningkatan.
Sekira 300 ratus pendemo membawa keranda yang bertuliskan 'Matinya Keadilan BLU' dan membentankan beberapa spanduk para peserta aksi yang merupakan gabungan staf karyawan dan perawat itu.
Koordinator aksi Buman meminta, pihak direksi memberikan kejelasan mengenai perhitungan kenaikan uang jasa pelayanan yang seharusnya diterima oleh karyawan.
"Saya sudah dipanggil oleh direksi, bahwa jajaran meminta maaf karena belum bisa menggelontorkan remunerasi BLU. Saya siap membela kepentingan karyawan. Kenapa pejabat BLU sudah menikmati? Sedangkan karyawan kelas bawah tidak. Kalau mau miskin atau sejahtera harus bersama," tandasnya di lokasi, Senin (10/3/2014).
Bahkan, aksi tersebut sempat memanas saat salah satu peserta bersikeras mempertanyakan mengenai rumusan hitungan remunerasi kenaikan uang jasa pelayanan untuk BLU dan menuntut adanya penjelasan dari tim perumus jasa pelayanan. Jika tidak ada kejelasan, pendemo mengancam membawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meskipun diguyur hujan, para pendemo tetap bertahan. Bahkan, aksi ini hanya dijaga sekira enam personel kepolisian setempat.
Aksi tersebut tidak menyebabkan kegiatan pelayanan terhadap pasien RS terganggu, karena masing-masing bangsal dan unit pelayanan tetap menyiagakan petugasnya.
Sekira 300 ratus pendemo membawa keranda yang bertuliskan 'Matinya Keadilan BLU' dan membentankan beberapa spanduk para peserta aksi yang merupakan gabungan staf karyawan dan perawat itu.
Koordinator aksi Buman meminta, pihak direksi memberikan kejelasan mengenai perhitungan kenaikan uang jasa pelayanan yang seharusnya diterima oleh karyawan.
"Saya sudah dipanggil oleh direksi, bahwa jajaran meminta maaf karena belum bisa menggelontorkan remunerasi BLU. Saya siap membela kepentingan karyawan. Kenapa pejabat BLU sudah menikmati? Sedangkan karyawan kelas bawah tidak. Kalau mau miskin atau sejahtera harus bersama," tandasnya di lokasi, Senin (10/3/2014).
Bahkan, aksi tersebut sempat memanas saat salah satu peserta bersikeras mempertanyakan mengenai rumusan hitungan remunerasi kenaikan uang jasa pelayanan untuk BLU dan menuntut adanya penjelasan dari tim perumus jasa pelayanan. Jika tidak ada kejelasan, pendemo mengancam membawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meskipun diguyur hujan, para pendemo tetap bertahan. Bahkan, aksi ini hanya dijaga sekira enam personel kepolisian setempat.
Aksi tersebut tidak menyebabkan kegiatan pelayanan terhadap pasien RS terganggu, karena masing-masing bangsal dan unit pelayanan tetap menyiagakan petugasnya.
(mhd)