Hafitd & Assyifa disarankan diperiksa kejiwaannya
Senin, 10 Maret 2014 - 10:41 WIB
Hafitd & Assyifa disarankan diperiksa kejiwaannya
A
A
A
Sindonews.com - Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani, pelaku pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto disarankan diperiksa kejiwaannya. Pasalnya, kedua pelaku tersebut dinilai tidak mempunyai rasa empati dan egosentris.
"Dalam kasus ini tidak cukup dengan analisa kriminolog yang melihat dari sisi sosial. Harus melalui psikolog juga untuk melihat kemungkinan adanya sifat pelaku," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin, Senin (10/3/2014).
Sebelumnya, Hafitd dan Assyifa juga tidak merasa bersalah setelah menghabisi nyawa Ade Sara. Padahal, pembunuhan yang dilakukan itu terbilang sadis bagi anak yang baru menginjak dewasa.
"Saya tidak menyesal," kata kedua pelaku kepada wartawan di Mapolresta Bekasi Kota, Jumat 7 Maret 2014.
SEkadar diketahui, kedua pelaku merupakan teman korban selama sekolah di SMA Negeri 36 Rawamangun, Jakarta Timur. Sedangkan pelaku Hafitd merupakan mantan pacar korban yang sejak 2012 lalu sudah putus.
Sedangkan keduanya membunuh Ade Sara memiliki motif yang berbeda, tapi satu tujuan yaitu menghilangkan nyawa mahasiswi cantik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) tersebut.
Motif Hafitd karena sakit hati, karena korban tidak mau berkomunikasi lagi sesudah putus dari dirinya. Bahkan, pelaku berniat balikan untuk kembali menjadi pacar korban, tapi hal itu ditolak Ade Sara.
Kemudian sepasang kekasih Hafitd dan Assyifa menghabisi nyawa mahasiswi semester dua itu. Hingga akhirnya, jenazah Ade Sara ditemukan PJR di Jalan Tol Bintara arah Cikunir KM 49, sekira pukul 06.30 WIB, Rabu 5 Maret 2014.
Baca:
Hafitd & Assyifa tak menyesal bunuh Ade Sara
Motif Hafitd bunuh Sara dinilai tak masuk akal
"Dalam kasus ini tidak cukup dengan analisa kriminolog yang melihat dari sisi sosial. Harus melalui psikolog juga untuk melihat kemungkinan adanya sifat pelaku," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin, Senin (10/3/2014).
Sebelumnya, Hafitd dan Assyifa juga tidak merasa bersalah setelah menghabisi nyawa Ade Sara. Padahal, pembunuhan yang dilakukan itu terbilang sadis bagi anak yang baru menginjak dewasa.
"Saya tidak menyesal," kata kedua pelaku kepada wartawan di Mapolresta Bekasi Kota, Jumat 7 Maret 2014.
SEkadar diketahui, kedua pelaku merupakan teman korban selama sekolah di SMA Negeri 36 Rawamangun, Jakarta Timur. Sedangkan pelaku Hafitd merupakan mantan pacar korban yang sejak 2012 lalu sudah putus.
Sedangkan keduanya membunuh Ade Sara memiliki motif yang berbeda, tapi satu tujuan yaitu menghilangkan nyawa mahasiswi cantik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) tersebut.
Motif Hafitd karena sakit hati, karena korban tidak mau berkomunikasi lagi sesudah putus dari dirinya. Bahkan, pelaku berniat balikan untuk kembali menjadi pacar korban, tapi hal itu ditolak Ade Sara.
Kemudian sepasang kekasih Hafitd dan Assyifa menghabisi nyawa mahasiswi semester dua itu. Hingga akhirnya, jenazah Ade Sara ditemukan PJR di Jalan Tol Bintara arah Cikunir KM 49, sekira pukul 06.30 WIB, Rabu 5 Maret 2014.
Baca:
Hafitd & Assyifa tak menyesal bunuh Ade Sara
Motif Hafitd bunuh Sara dinilai tak masuk akal
(mhd)