Ditangkap polisi, 2 ABG ini menangis
Minggu, 09 Maret 2014 - 19:02 WIB
Ditangkap polisi, 2 ABG ini menangis
A
A
A
Sindonews.com – Untuk menekan angka kejahatan jalanan di Kota Semarang, jajaran Polrestabes Semarang meningkatkan razia di berbagai titik di Kota Semarang.
Razia dilakukan tengah malam hingga dinihari. Seperti yang dilakukan petugas gabungan Minggu dinihari. Mereka melakukan razia pekat di kawasan Simpanglima Kota Semarang.
Dalam razia tersebut, terjadi adegan kejar-kejaran yang cukup berbahaya antara pengendara sepeda motor dengan polisi.
Saat itu, dua pengendara sepeda motor berusaha melarikan diri dari sergapan petugas dengan cara berlagak seperti koboi. Mereka mengebut di jalanan tanpa menggunakan helm dan memutar-mutar gesper (ikat pinggang) saat melintas di Jalan Pahlawan Kota Semarang.
Petugas yang standby langsung merespon dengan mengejar empat remaja itu. Aksi kejar-kejaran berlangsung menegangkan dan cukup jauh, yakni mulai Jalan Pahlawan Kota Semarang hingga Jalan Gajah Mada Kota Semarang.
Aksi kejar-kejaran tersebut berhenti tepat di traffic light Kampung Kali Semarang. Saat itu, salah satu dari dua sepeda motor yang dikejar petugas terjatuh. Petugas kemudian dengan sigap mengamankan kedua pelaku itu.
Ironisnya, kedua pengendara sepeda motor tersebut ternyata masih berusia belasan tahun. Mereka adalah CAG (16), dan AM (14) warga Lamper Semarang Selatan. Meski begitu, mereka tetap diamankan oleh petugas.
“Bukan saya pak. Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak bawa gesper, saya juga tidak salah. Saya tidak bawa gesper, tolong lepaskan pak,” ucap CAG dengan menangis ketakutan saat ditangkap.
Namun meski begitu, mereka tidak dapat mengelak saat ditangkap. Saat diinterogasi, kedua remaja itu mengaku habis mabuk.
“Tadi kami habis mabuk ciu di sekitar Jalan Durian. Terus habis itu mau jalan-jalan. Karena takut tidak pakai helm akhirnya kami lari dari polisi. Yang membawa gesper itu bukan kami,” kilahnya.
Selain mengamankan dua remaja tersebut, razia pekat dini hari kemarin juga mengamankan banyak remaja lainnya. Selain itu, petugas juga banyak menilang puluhan kendaraan yang melintas di jalan itu.
“Operasi ini kami lakukan untuk menekan angka kejahatan jalanan di Kota Semarang. Selain itu, juga sebagai wujud cipta kondisi menjelang pemilu. Sasaran kami jelas, para pelaku kejahatan jalanan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono saat memimpin razia tersebut kepada wartawan.
Dalam razia tersebut lanjut dia, diamankan pula beberapa remaja yang ketahuan membawa senjata tajam. Tidak hanya itu, beberapa motor yang tidak memiliki surat-surat juga ikut diamankan.
“Cara ini kami rasa cukup efektif untuk menekan kejahatan di jalanan. Kami akan terus tingkatkan razia seperti ini,” pungkasnya.
Razia dilakukan tengah malam hingga dinihari. Seperti yang dilakukan petugas gabungan Minggu dinihari. Mereka melakukan razia pekat di kawasan Simpanglima Kota Semarang.
Dalam razia tersebut, terjadi adegan kejar-kejaran yang cukup berbahaya antara pengendara sepeda motor dengan polisi.
Saat itu, dua pengendara sepeda motor berusaha melarikan diri dari sergapan petugas dengan cara berlagak seperti koboi. Mereka mengebut di jalanan tanpa menggunakan helm dan memutar-mutar gesper (ikat pinggang) saat melintas di Jalan Pahlawan Kota Semarang.
Petugas yang standby langsung merespon dengan mengejar empat remaja itu. Aksi kejar-kejaran berlangsung menegangkan dan cukup jauh, yakni mulai Jalan Pahlawan Kota Semarang hingga Jalan Gajah Mada Kota Semarang.
Aksi kejar-kejaran tersebut berhenti tepat di traffic light Kampung Kali Semarang. Saat itu, salah satu dari dua sepeda motor yang dikejar petugas terjatuh. Petugas kemudian dengan sigap mengamankan kedua pelaku itu.
Ironisnya, kedua pengendara sepeda motor tersebut ternyata masih berusia belasan tahun. Mereka adalah CAG (16), dan AM (14) warga Lamper Semarang Selatan. Meski begitu, mereka tetap diamankan oleh petugas.
“Bukan saya pak. Saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak bawa gesper, saya juga tidak salah. Saya tidak bawa gesper, tolong lepaskan pak,” ucap CAG dengan menangis ketakutan saat ditangkap.
Namun meski begitu, mereka tidak dapat mengelak saat ditangkap. Saat diinterogasi, kedua remaja itu mengaku habis mabuk.
“Tadi kami habis mabuk ciu di sekitar Jalan Durian. Terus habis itu mau jalan-jalan. Karena takut tidak pakai helm akhirnya kami lari dari polisi. Yang membawa gesper itu bukan kami,” kilahnya.
Selain mengamankan dua remaja tersebut, razia pekat dini hari kemarin juga mengamankan banyak remaja lainnya. Selain itu, petugas juga banyak menilang puluhan kendaraan yang melintas di jalan itu.
“Operasi ini kami lakukan untuk menekan angka kejahatan jalanan di Kota Semarang. Selain itu, juga sebagai wujud cipta kondisi menjelang pemilu. Sasaran kami jelas, para pelaku kejahatan jalanan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono saat memimpin razia tersebut kepada wartawan.
Dalam razia tersebut lanjut dia, diamankan pula beberapa remaja yang ketahuan membawa senjata tajam. Tidak hanya itu, beberapa motor yang tidak memiliki surat-surat juga ikut diamankan.
“Cara ini kami rasa cukup efektif untuk menekan kejahatan di jalanan. Kami akan terus tingkatkan razia seperti ini,” pungkasnya.
(lns)