Jalan ambles Juwangi-Boyolali ambles, perekoniman lumpuh
Minggu, 09 Maret 2014 - 16:55 WIB
Jalan ambles Juwangi-Boyolali ambles, perekoniman lumpuh
A
A
A
Sindonews.com - Warga Juwangi Boyolali saat ini kesulitan untuk berpergian keluar dari wilayah. Pasalnya jalur utama di wilayah Juwangi ambles sepanjang 15 meter.
Amblasnya jalan itu berada di ruas Jalan Utama Juwangi-Solo yang ada di wilayah Desa Kalimati dengan kedalaman satu meter. Dengan kondisi itu jalan utama itu kini sulit untuk dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Suwarti seorang warga setempat mengatakan, amblasnya jalan terjadi Sabtu dinihari. Saat itu hujan yang mengguyur deras dan membuat tanah menjadi labil kemudian ambles.
Ia mengatakan sebelum terjadi hujan deras, jalan yang ambles itu sudah miring. Hal itu disebabkan karena tanah yang ada dibawah jalan merupakan tanah yang lunak.
"Sebelumnya jalan sudah miring, eh kemarin malah ambles setelah hujan tiba," ucapnya.
Akibat putusnya jalan itu, akses perekonomian warga menjadi tersendat. Hasil bumi dari Jumangi tidak bisa dikirimkan ke Pasar Legi Solo, akibat kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Polisi Hutan Rastim. Ia mengatakan akibat amblesnya jalan itu, pihak pengelola hutan tidak bisa mengirimkan kayu ke wilayah lain.
Padahal saat ini sedang ada proyek penebangan pohon yang ada di wilayah sekitar Juwangi.
"Dengan kondisi ini, kami tidak bisa mengirimkan kayu-kayu, otomatis ini menunggu jalan diperbaiki," ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Juwangi AKP, Purnomo, meminta agar warga masyarakat tidak melewati jalur Kali Mati untuk sementara waktu. Pihaknya meminta agar masyarakat dengan kendaraan roda dua dan roda empat, untuk mencari jalan alternatif untuk menuju Juwangi.
Sedangkan untuk truk atau kendaraan besar lainnya, diminta untuk melintas dari wilayah Kabupaten Grobogan. "Kalau kendaraan kecil bisa lewat jalur-jalur alternatif, kalau untuk
truk harus memutar karena jalan alternatif tidak muat dilewati Truk," tegasnya.
Amblasnya jalan itu berada di ruas Jalan Utama Juwangi-Solo yang ada di wilayah Desa Kalimati dengan kedalaman satu meter. Dengan kondisi itu jalan utama itu kini sulit untuk dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Suwarti seorang warga setempat mengatakan, amblasnya jalan terjadi Sabtu dinihari. Saat itu hujan yang mengguyur deras dan membuat tanah menjadi labil kemudian ambles.
Ia mengatakan sebelum terjadi hujan deras, jalan yang ambles itu sudah miring. Hal itu disebabkan karena tanah yang ada dibawah jalan merupakan tanah yang lunak.
"Sebelumnya jalan sudah miring, eh kemarin malah ambles setelah hujan tiba," ucapnya.
Akibat putusnya jalan itu, akses perekonomian warga menjadi tersendat. Hasil bumi dari Jumangi tidak bisa dikirimkan ke Pasar Legi Solo, akibat kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Polisi Hutan Rastim. Ia mengatakan akibat amblesnya jalan itu, pihak pengelola hutan tidak bisa mengirimkan kayu ke wilayah lain.
Padahal saat ini sedang ada proyek penebangan pohon yang ada di wilayah sekitar Juwangi.
"Dengan kondisi ini, kami tidak bisa mengirimkan kayu-kayu, otomatis ini menunggu jalan diperbaiki," ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Juwangi AKP, Purnomo, meminta agar warga masyarakat tidak melewati jalur Kali Mati untuk sementara waktu. Pihaknya meminta agar masyarakat dengan kendaraan roda dua dan roda empat, untuk mencari jalan alternatif untuk menuju Juwangi.
Sedangkan untuk truk atau kendaraan besar lainnya, diminta untuk melintas dari wilayah Kabupaten Grobogan. "Kalau kendaraan kecil bisa lewat jalur-jalur alternatif, kalau untuk
truk harus memutar karena jalan alternatif tidak muat dilewati Truk," tegasnya.
(lns)