Keluarga penumpang Malaysia Airlines berharap Firman Chandra selamat
Minggu, 09 Maret 2014 - 06:23 WIB
Keluarga penumpang Malaysia Airlines berharap Firman Chandra selamat
A
A
A
Sindonews.com - Duka menyelimuti kediaman CH Siregar di Jalan Kenanga No 10, Kecamatan Medan Selayang, sejak mendengar kabar hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.
Karena anak keempatnya Firman Chandra Siregar (24) merupakan salah satu dari 227 penumpang pesawat yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing tersebut.
Raut kesedihan terlihat jelas di wajah CH Siregar saat puluhan orang di rumah tersebut mulai memanjatkan doa-doa dengan harapan Firman segera ditemukan.
Pria ini menuturkan, anak keempatnya itu berangkat ke Beijing untuk bekerja di perusahaan pertambangan batu bara.
Sebelumnya, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2011 yang dikenal pintar itu, menjalani masa pelatihan kerja di Malaysia setelah diterima di perusahaan tersebut.
“Firman berangkat Minggu 2 Maret 2014 dari rumah menuju Kuala Lumpur,” kata CH Siregar, saat ditemui di rumahnya, Jalan Kenanga No 10, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (8/3/2014) malam.
Setelah menjalani masa pelatihan di Kuala Lumpur, Malaysia, Firman dan rekan-rekannya berangkat Sabtu (8/3/2014) menuju Beijing. Namun tak disangka, musibah menimpa saat penerbangan.
Pesawat terbang Malaysia Airlines yang ditumpanginya bersama 226 penumpang dan 12 awak pesawat, dikabarkan hilang setelah dua jam perjalanan.
Hingga kini, belum ada kabar berita mengenai keberadaan pesawat dan penumpangnya tersebut.
Kabar itu tentunya membuat keluarga Firman Chandra Siregar syok. Sang Ayah, CH Siregar, pun langsung teringat pesan terakhirnya sebelum Firman pamit berangkat ke Beijing. Lewat pesan singkat, dia mengingatkan putranya itu agar menyerahkan dirinya kepada Tuhan.
“Saya kabari via pesan singkat agar menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar terus dalam lindungan-Nya. Tapi ternyata inilah artinya,” kata CH Siregar.
Meskipun diliputi kesedihan, keluarga besar Firman berharap pesawat Malaysia Airlines yang ditumpangi Firman segera ditemukan dan para penumpang dalam keadaan selamat.
Tak terbayangkan jika sosok Firman yang diikenal di lingkungan tempat tinggalnya sebagai anak periang dan penyayang saudara-saudaranya itu, hilang begitu saja.
“Firman itu memang anak kami yang baik. Selalu sayang dengan abang dan kakaknya. Dengan diterimanya dia bekerja di Beijing, kami sangat bangga. Pokoknya Firman anak yang baik dan periang,” ungkap salah satu kerabat keluarga Firman, Krisman Sagala.
Saat ini, seluruh keluarga terus memanjatkan doa. Mereka berharap ada secercah harapan, kabar baik mengenai keberadaan Firman dan penumpang Malaysia Airlines lainnya.
“Kami masih berharap kepada Firman, semoga ada harapan. Kami nggak bisa bilang apa pun, bagaimana keadaannya sekarang ini. Kami dengar kabar ada empat negara yang ikut mencari keberadaan pesawat yang hilang ini. Kami berdoa kepada Tuhan semoga masih ada secercah harapan kepada anak kami ini,” tandas Krisman.
Baca juga :
Malaysia Airlines rilis daftar penumpang MH 370
Karena anak keempatnya Firman Chandra Siregar (24) merupakan salah satu dari 227 penumpang pesawat yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing tersebut.
Raut kesedihan terlihat jelas di wajah CH Siregar saat puluhan orang di rumah tersebut mulai memanjatkan doa-doa dengan harapan Firman segera ditemukan.
Pria ini menuturkan, anak keempatnya itu berangkat ke Beijing untuk bekerja di perusahaan pertambangan batu bara.
Sebelumnya, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2011 yang dikenal pintar itu, menjalani masa pelatihan kerja di Malaysia setelah diterima di perusahaan tersebut.
“Firman berangkat Minggu 2 Maret 2014 dari rumah menuju Kuala Lumpur,” kata CH Siregar, saat ditemui di rumahnya, Jalan Kenanga No 10, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (8/3/2014) malam.
Setelah menjalani masa pelatihan di Kuala Lumpur, Malaysia, Firman dan rekan-rekannya berangkat Sabtu (8/3/2014) menuju Beijing. Namun tak disangka, musibah menimpa saat penerbangan.
Pesawat terbang Malaysia Airlines yang ditumpanginya bersama 226 penumpang dan 12 awak pesawat, dikabarkan hilang setelah dua jam perjalanan.
Hingga kini, belum ada kabar berita mengenai keberadaan pesawat dan penumpangnya tersebut.
Kabar itu tentunya membuat keluarga Firman Chandra Siregar syok. Sang Ayah, CH Siregar, pun langsung teringat pesan terakhirnya sebelum Firman pamit berangkat ke Beijing. Lewat pesan singkat, dia mengingatkan putranya itu agar menyerahkan dirinya kepada Tuhan.
“Saya kabari via pesan singkat agar menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar terus dalam lindungan-Nya. Tapi ternyata inilah artinya,” kata CH Siregar.
Meskipun diliputi kesedihan, keluarga besar Firman berharap pesawat Malaysia Airlines yang ditumpangi Firman segera ditemukan dan para penumpang dalam keadaan selamat.
Tak terbayangkan jika sosok Firman yang diikenal di lingkungan tempat tinggalnya sebagai anak periang dan penyayang saudara-saudaranya itu, hilang begitu saja.
“Firman itu memang anak kami yang baik. Selalu sayang dengan abang dan kakaknya. Dengan diterimanya dia bekerja di Beijing, kami sangat bangga. Pokoknya Firman anak yang baik dan periang,” ungkap salah satu kerabat keluarga Firman, Krisman Sagala.
Saat ini, seluruh keluarga terus memanjatkan doa. Mereka berharap ada secercah harapan, kabar baik mengenai keberadaan Firman dan penumpang Malaysia Airlines lainnya.
“Kami masih berharap kepada Firman, semoga ada harapan. Kami nggak bisa bilang apa pun, bagaimana keadaannya sekarang ini. Kami dengar kabar ada empat negara yang ikut mencari keberadaan pesawat yang hilang ini. Kami berdoa kepada Tuhan semoga masih ada secercah harapan kepada anak kami ini,” tandas Krisman.
Baca juga :
Malaysia Airlines rilis daftar penumpang MH 370
(sms)