Taat beribadah, Hafitd berubah saat kuliah
Sabtu, 08 Maret 2014 - 11:27 WIB
Taat beribadah, Hafitd berubah saat kuliah
A
A
A
Sindonews.com - Ahmad Imam Al Hafitd dikenal tetangga sebagai pria yang aktif di masjid sekitar rumahnya. Tidak Hafitd, keluarganya juga dikenal sebagai keluarga yang taat agama.
"Dia aktif kok ikuti pengajian remaja, apalagi bapaknya religius banget," kata Rofi, salah seorang teman main Hafitd, di Pulogebang Permai Jalan Pulau Andalas III, Blok A1 No 8, Jakarta Timur, Jumat 7 Maret 2014 malam.
Tetapi, lanjutnya, sifat Hafitd mulai berubah saat pria jebolan SMA Negeri 36 Rawamangun, Jakarta Timur. Mahasiswa semester dua di Kalbis Institute, Jakarta Timur, sudah jarang datang ke masjid dan kumpul dengan teman di rumahnya.
"Mulai kuliah dia jadi jarang nongkrong di sini. (Padahal) dia (Hafitd) itu sering salat Jumat," tambahnya.
Sekadar diketahui, Hafitd merupakan pelaku pembunuhan terhadap mantan pacarnya yang juga mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) semester dua. Mahasiswi cantik itu dibunuh dengan cara disetrum, digigit hingga disumpal pakai kertas mulutnya oleh Hafitd dan Assyifa pacarnya yang baru.
Selain itu, ayah Hafitd, Ownie Sumantri merupakan dokter kandungan yang membuka praktik kandungan di kawasan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada tahun 2009, Ownie juga pernah dipenjara dengan kasus aborsi. Tetapi, dia sudah bebas sejak tahun 2012 lalu.
Baca:
Hingga malam kediaman Ade Sara masih dikunjungi pelayat
Saat melayat Sara, wajah Hafitd pucat pasi
"Dia aktif kok ikuti pengajian remaja, apalagi bapaknya religius banget," kata Rofi, salah seorang teman main Hafitd, di Pulogebang Permai Jalan Pulau Andalas III, Blok A1 No 8, Jakarta Timur, Jumat 7 Maret 2014 malam.
Tetapi, lanjutnya, sifat Hafitd mulai berubah saat pria jebolan SMA Negeri 36 Rawamangun, Jakarta Timur. Mahasiswa semester dua di Kalbis Institute, Jakarta Timur, sudah jarang datang ke masjid dan kumpul dengan teman di rumahnya.
"Mulai kuliah dia jadi jarang nongkrong di sini. (Padahal) dia (Hafitd) itu sering salat Jumat," tambahnya.
Sekadar diketahui, Hafitd merupakan pelaku pembunuhan terhadap mantan pacarnya yang juga mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) semester dua. Mahasiswi cantik itu dibunuh dengan cara disetrum, digigit hingga disumpal pakai kertas mulutnya oleh Hafitd dan Assyifa pacarnya yang baru.
Selain itu, ayah Hafitd, Ownie Sumantri merupakan dokter kandungan yang membuka praktik kandungan di kawasan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada tahun 2009, Ownie juga pernah dipenjara dengan kasus aborsi. Tetapi, dia sudah bebas sejak tahun 2012 lalu.
Baca:
Hingga malam kediaman Ade Sara masih dikunjungi pelayat
Saat melayat Sara, wajah Hafitd pucat pasi
(mhd)