Sifat cemburu sulit terima akal sehat

Sabtu, 08 Maret 2014 - 10:07 WIB
Sifat cemburu sulit...
Sifat cemburu sulit terima akal sehat
A A A
Sindonews.com - Kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi rasa cemburu akan menimbulkan sifat tega. Karena, sifat seseorang yang sudah terbakar rasa cemburu sangat sulit untuk menerima alasan yang rasional.

"Cemburu itu emosi negatif yang susah untuk diajak lurus (rasional). Orang yang sudah memiliki prasangka (cemburu), maka dia tidak akan dengan mudah menerima alasan yang diberikan," kata Psikolog Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum kepada Sindo, Jumat 7 Meret 2014 malam.

Menurut dia, dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), Ade Sara Angelina Suroto, yang dilakukan mantan pacarnya Hafitd (19) merupakan alasan logis korban tidak mau ditemui. Karena keduanya sudah tidak ada hubungan lagi.

Tetapi, lanjut Enoch, alasan itu tidak akan diterima akal sehat pelaku. Karena, sambungnya, pelaku akan mencari alasan yang bisa dia tafsirkan sendiri untuk mencari celah untuk melakukan hal yang nekat, seperti membunuh.

"Misalnya saja, individu sudah mendapatkan alasan bahwa korban tidak akan bertemu dengan mantan pacarnya. Namun, pelaku tetap tidak percaya sampai dia mendapatkan alasan yang logis, menurut versinya sendiri. Bahkan dia bisa saja mencari alasan lain untuk mencari celah," paparnya.

Perilaku sadis yang dilakukan Hafitd dan Assyifa, kata Enoch, tidak ada kaitannya dengan latar belakang kehidupan sosial ekonomi. Karena persoalan cemburu itu lebih pada persoalan personal seseorang.

"Cemburu itu kan pribadi seseorang. Tidak ada kaitannya dengan latar belakang ekonomi atau statusnya sebagai mahasiswa," katanya.

Di Amerika saja yang merupakan negara maju, kata Enoch, masih ada masyarakat yang memiliki prasangka terhadap black American. Padahal, sudah banyak black American yang duduk menjabat, namun prasangka terhadap mereka tetap saja ada.

Enoch menuturkan, biasanya perilaku agresif yang dilakukan bersama menjadi lebih berani. "Seperti ada kekuatan baru jika dilakukan bersama," tegasnya.

Hal itu disebabkan, individu merasa tanggung jawab akan ditanggung bersama dan identitasnya menjadi tersamarkan. Lain halnya jika tindak agresif dilakukan sendiri maka individu akan menanggung beban sendiri.

"Kalau sendiri bisa jadi dia tidak cukup berani. Tapi karena dilakukan berdua maka mereka menjadi memiliki kekuatan baru," tutupnya.

Baca:

Sudah putus, Ade Sara ogah bertemu Hafiz
Ikut bunuh Ade Sara karena Asifah cemburu
(mhd)
Berita Terkait
Polisi Bongkar Lokasi...
Polisi Bongkar Lokasi Penemuan Empat Kerangka Bayi di Banyumas
Mayat Mrs X di Bojong...
Mayat Mrs X di Bojong Gede Bikin Geger, Ini Ciri-cirinya
Mayat Wanita Ditemukan...
Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Kolong Fly Over Tanah Abang
Disangka Boneka, Didekati...
Disangka Boneka, Didekati Ternyata Mayat Pria Mengambang di Jakbar
Geger! Warga Lampung...
Geger! Warga Lampung Utara Temukan Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kosong
Aceh Besar Gempar, Mayat...
Aceh Besar Gempar, Mayat Wanita Misterius Ditemukan Tanpa Baju di Kebun Warga
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
46 menit yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
1 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
3 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
5 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
5 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved