Ahok remehkan PT Jakarta Monorail
Kamis, 06 Maret 2014 - 15:23 WIB
Ahok remehkan PT Jakarta Monorail
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai perusahaan PT Jakarta Monorail (JM) tidak bekerja secara profesional. Karena sampai saat ini tidak ada progress yang dihasilkan.
"Makanya harus lihat rekam jejak PT JM. Kalau aku lihat sih, PT JM enggak bonafid. Soalnya kemarin sempat enggak jalan," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Setelah sempat mangkrak beberapa tahun lalu, proyek monorel memang dilanjutkan, namun ketika berlanjut lagi, ternyata masih belum ada kemajuan apapun selain groundbreaking dan peresmian logo yang digelar secara besar-besaran.
"Saya kemarin sudah diskusi agar mereka (PT JM) melakukan pembenahan. Karena asumsi mereka soal jumlah penumpang itu tidak sesuai," terangnya.
Untuk itu, lanjutnya, Pemprov DKI meminta agar PT JM memperbaiki kembali bussines plane yang sudah dibuat. PT JM diminta untuk membuat bussines plane yang masuk akal.
"Kalau mereka menaikkan jumlah penumpang begitu banyak ya enggak bagus. Itukan enggak masuk akal. Makanya kita balikin (business plan) dan minta mereka ajukan lagi yang baru," imbuhnya.
Ahok juga mengaku, Pemprov DKI juga telah mengajukan pasal tambahan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek monorel. Yaitu, apabila dalam 3 tahun pembangunan tidak juga selesai maka kerja sama dengan PT JM akan diputus.
"Bahkan kalau tiga bulan enggak dikerjakan kita putus," ucap Ahok.
Baca juga:
Alasan kenapa monorel masih juga mangkrak
Jokowi pede proyek monorel dilanjutkan
Keluar kantor Jokowi, Direktur Monorail lesu
"Makanya harus lihat rekam jejak PT JM. Kalau aku lihat sih, PT JM enggak bonafid. Soalnya kemarin sempat enggak jalan," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Setelah sempat mangkrak beberapa tahun lalu, proyek monorel memang dilanjutkan, namun ketika berlanjut lagi, ternyata masih belum ada kemajuan apapun selain groundbreaking dan peresmian logo yang digelar secara besar-besaran.
"Saya kemarin sudah diskusi agar mereka (PT JM) melakukan pembenahan. Karena asumsi mereka soal jumlah penumpang itu tidak sesuai," terangnya.
Untuk itu, lanjutnya, Pemprov DKI meminta agar PT JM memperbaiki kembali bussines plane yang sudah dibuat. PT JM diminta untuk membuat bussines plane yang masuk akal.
"Kalau mereka menaikkan jumlah penumpang begitu banyak ya enggak bagus. Itukan enggak masuk akal. Makanya kita balikin (business plan) dan minta mereka ajukan lagi yang baru," imbuhnya.
Ahok juga mengaku, Pemprov DKI juga telah mengajukan pasal tambahan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek monorel. Yaitu, apabila dalam 3 tahun pembangunan tidak juga selesai maka kerja sama dengan PT JM akan diputus.
"Bahkan kalau tiga bulan enggak dikerjakan kita putus," ucap Ahok.
Baca juga:
Alasan kenapa monorel masih juga mangkrak
Jokowi pede proyek monorel dilanjutkan
Keluar kantor Jokowi, Direktur Monorail lesu
(ysw)