Gudang amunisi Kopaska terisolir di tengah danau
Rabu, 05 Maret 2014 - 16:11 WIB
Gudang amunisi Kopaska terisolir di tengah danau
A
A
A
Sindonews.com - Gudang amunisi yang meledak sekira pukul 10.30 WIB merupakan milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) Armada Barat. Gudang amunisi ini terletak di Pondok Dayung.
Dituturkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Iskandar Sitompul saat dihubungi, lokasi gudang amunisi berada di pulau yang berada di tengah danau.
Pulau tersebut merupakan lokasi yang sangat terisolir. Untuk menuju ke lokasi tersebut harus menggunakan speedboat.
"Itu tempat yang terisolir, tempat latihan pasukan katak (pusdiklat), ada lapangan tembak. Jadi ada (juga) gudang amunisi," ujar Iskandar, Rabu (5/3/2014).
Selain gudang amunisi dan lapangan tembak, di lokasi tersebut juga terdapat fasilitas pemeliharaan kapal.
Sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kopaska, di Pondok Dayung terdapat satu kompi pasukan katak yang personelnya sekira 150 orang. Kemudian 100 personel yang bekerja di fasilitas pemeliharaan kapal.
Sejauh ini, Iskandar kembali menuturkan, pihaknya masih melakukan evakuasi para personel yang berada di lokasi, serta konsolidasi. "Supaya tidak menimbulkan korban dan ledakan selanjutnya," ujarnya.
Dituturkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Iskandar Sitompul saat dihubungi, lokasi gudang amunisi berada di pulau yang berada di tengah danau.
Pulau tersebut merupakan lokasi yang sangat terisolir. Untuk menuju ke lokasi tersebut harus menggunakan speedboat.
"Itu tempat yang terisolir, tempat latihan pasukan katak (pusdiklat), ada lapangan tembak. Jadi ada (juga) gudang amunisi," ujar Iskandar, Rabu (5/3/2014).
Selain gudang amunisi dan lapangan tembak, di lokasi tersebut juga terdapat fasilitas pemeliharaan kapal.
Sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kopaska, di Pondok Dayung terdapat satu kompi pasukan katak yang personelnya sekira 150 orang. Kemudian 100 personel yang bekerja di fasilitas pemeliharaan kapal.
Sejauh ini, Iskandar kembali menuturkan, pihaknya masih melakukan evakuasi para personel yang berada di lokasi, serta konsolidasi. "Supaya tidak menimbulkan korban dan ledakan selanjutnya," ujarnya.
(hyk)